VisionQuest Ungkap Asal-Usul Rahasia Jim Hammond, Sang Human Torch Asli di MCU

Asep Syaifullah
|
detikPop
VisionQuest
Foto: Dok. Marvel Studios
Jakarta - Bagi para penonton setia Marvel Cinematic Universe (MCU) yang mengikuti serial VisionQuest di Disney+, episode 3 dan 4 membawa kejutan besar yang menghubungkan sejarah masa lalu komik Marvel dengan masa depan semesta sinematik ini.

Serial yang dibintangi oleh Paul Bettany tersebut tidak hanya berfokus pada perjalanan sang synthezoid, tetapi juga resmi membuka lembaran sejarah tentang Jim Hammond alias The Human Torch yang asli.

Bagi sebagian penonton awam, nama "Human Torch" mungkin langsung diasosiasikan dengan Johnny Storm dari Fantastic Four. Namun, karakter yang diperkenalkan lewat VisionQuest ini adalah versi klasik dari Golden Age komik Marvel.

Dalam penayangan terbarunya, serial ini secara eksplisit menyebut nama Dr. Phineas Horton, sosok ilmuwan jenius yang dalam komik aslinya dikisahkan sebagai pencipta Jim Hammond.

Mengenal Jim Hammond dan "Horton Cells"

Dalam sejarah komik Marvel, Phineas Horton menciptakan Jim Hammond pada tahun 1939 sebagai manusia sintetis atau android yang dirancang mampu meniru fungsi tubuh manusia.

Tubuh Hammond dilengkapi dengan sel-sel surya fotolistrik volatil yang dikenal sebagai "Horton Cells", yang membuatnya langsung terbakar menyala saat bersentuhan dengan udara.

VisionQuestVisionQuest Foto: Dok. Marvel Studios

Setelah sempat kesulitan mengendalikan kekuatannya, Hammond akhirnya belajar menjadi salah satu pahlawan super pertama Marvel, bahkan bertempur bersama Captain America dan Namor sebagai anggota pendiri kelompok The Invaders di masa Perang Dunia II.

Kehadiran Jim Hammond di MCU sebenarnya bukanlah hal yang sepenuhnya baru, melainkan bentuk pengembangan dari Easter egg lama. Marvel Studios sebelumnya pernah menyelipkan replika tubuh android Hammond dalam tabung kaca bertuliskan "The Synthetic Man" di ajang Stark Expo dalam film Captain America: The First Avenger (2011).

Kini, VisionQuest memperluas mitologi tersebut secara mendalam. Serial ini mengungkap bahwa karakter-karakter berbasis AI dalam cerita ini mengambil basis dari kemiripan manusia nyata, menjembatani asal-usul android Hammond dengan sejarah sintetis Vision sendiri.

Lebih menarik lagi, riset Dr. Phineas Horton juga memiliki kaitan erat dengan komik aslinya, di mana Ultron sempat menggunakan tubuh Hammond sebagai cetak biru dan fondasi untuk menciptakan Vision.

Selain menyingkap asal-usul makhluk sintetis, episode terbaru VisionQuest juga mengeksplorasi hubungan antara Stark Industries dan teknologi kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut.

Serial ini mengonfirmasi bahwa ada sebuah perusahaan AI terpisah yang dulunya menjual teknologi mereka kepada pihak Stark, menjelaskan bagaimana sang miliarder Tony Stark bisa mengembangkan sistem AI canggih di masa lalu.

Dengan penyebutan nama Dr. Phineas Horton dan penjelajahan sejarah panjang ini, Marvel Studios kembali membuktikan keahlian mereka dalam merajut benang merah komik klasik-membentang selama lebih dari 70 tahun dari era perang hingga era modern AI, ke dalam satu kesatuan narasi sinematik yang memikat.

(ass/tia)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO