Cuan Lebih dari Rp 1,8 T, Verity Malah Kehilangan 500 Layar
Menjelang pekan ketiga masa penayangannya, film yang dibintangi oleh aktris peraih Academy Award Anne Hathaway ini dilaporkan kehilangan sekitar 500 layar bioskop di kawasan Amerika Utara.
Langkah penarikan masif dari ratusan bioskop ini diambil setelah film tersebut mengalami tren penurunan jumlah penonton yang cukup drastis di minggu-minggu awal perilisannya.
Padahal, Verity sempat membuka penayangannya dengan hasil yang sangat menjanjikan. Pada pekan perdana, film ini sukses merajai tangga box office domestik dengan pendapatan pembukaan sebesar $32 juta (sekitar Rp500 miliar).
Angka tersebut sempat memberi sinyal bahwa kolaborasi antara sutradara, bintang besar, dan basis penggemar masif Colleen Hoover akan kembali melahirkan hit box office raksasa.
Namun, momentum kemenangan itu gagal dipertahankan secara stabil. Memasuki pekan kedua, Verity langsung mengalami kemerosotan tajam hingga sekitar 63% dalam hal pendapatan akhir pekan (weekend drop).
Faktor dari mulut ke mulut penonton serta respons kritikus film yang cenderung terbelah-tercatat hanya meraih skor 33% di situs agregator Rotten Tomatoes-dinilai turut mempercepat laju penurunan penonton di bioskop konvensional.
Baca juga: Verity: Misteri Rumah Tangga Berdarah |
Kendati harus merelakan ratusan layar bioskop demi mengakomodasi film-film baru yang masuk ke jadwal tayang, secara bisnis murni Verity sebenarnya belum bisa dikategorikan sebagai kegagalan komersial.
Dengan estimasi anggaran produksi yang berkisar di angka $40 juta, film ini secara kumulatif telah berhasil mengantongi pendapatan global menembus $119 juta (sekitar Rp1,8 triliun).
Perolehan angka tersebut berarti film ini telah berhasil mengembalikan modal produksinya hingga hampir tiga kali lipat, sebuah pencapaian yang tetap menguntungkan bagi pihak studio.
Fenomena turunnya jumlah layar Verity ini sekali lagi menyoroti dinamika pasar perfilman modern, di mana film-film bergenre thriller psikologis dewasa kerap mengalami lonjakan penonton di awal berkat rasa penasaran pembaca novelnya, namun kesulitan mempertahankan penayangan jangka panjang di bioskop reguler.
Meski demikian, kesuksesan finansial Verity tetap memperpanjang catatan manis adaptasi layar lebar karya-karya Colleen Hoover, menyusul kesuksesan besar It Ends with Us (2024) yang sebelumnya sukses meraup pendapatan global lebih dari $350 juta.
Dengan penarikan bertahap dari bioskop konvensional ini, langkah distribusi Verity selanjutnya diprediksi akan segera beralih ke jalur video-on-demand (VOD) dan platform streaming digital dalam waktu dekat untuk menjangkau basis penggemar yang lebih luas di rumah.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
