Netflix PHK Massal Seribu Karyawan

Asep Syaifullah
|
detikPop
Netflix
Foto: Unsplash/Freestocks
Jakarta - Industri hiburan kayaknya emang lagi gak baik-baik aja. Setelah kehebohan akuisisi dari Skydance, kini raksasa streaming Netflix yang jadi sorotan.

Mereka kembali mengambil langkah drastis dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Berdasarkan email internal yang dikirimkan oleh Co-CEO Greg Peters dan Ted Sarandos, perusahaan memutuskan untuk memangkas sekitar 6% dari total tenaga kerja globalnya, atau mencakup sekitar 1.000 karyawan.

"Misi kami untuk menghibur dunia adalah ambisius, dan mewujudkannya mengharuskan kami untuk disiplin dalam memprioritaskan sumber daya manusia dan aset kami," kata para CEO bersama dalam memo tersebut, seperti dilansir dari Variety.

Langkah efisiensi ini menjadi gelombang PHK terbesar yang dilakukan oleh Netflix sejak 2022. Berdasarkan laporan, sebagian besar pemangkasan staf ini akan berdampak pada divisi produk, teknologi, hukum (legal), dan sumber daya manusia (HR).

Kebijakan restrukturisasi ini diambil di tengah tren pertumbuhan pendapatan perusahaan yang mulai melambat.

Meskipun Netflix terus memperluas lini bisnisnya ke ranah hiburan lain seperti penayangan acara langsung (live events), siniar (podcasts), dan video gim. Hal ini dilakukan untuk menjaga disiplin finansial dan margin keuntungan membuat perusahaan harus merampingkan struktur operasionalnya.

Netflix, penyedia layanan streaming premium terbesar di industri ini dengan lebih dari 325 juta pelanggan di seluruh dunia, telah mencatatkan pertumbuhan dua digit, baik dari segi pendapatan maupun laba, dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2025, perusahaan membukukan pendapatan sebesar $45,2 miliar (naik 16%) dan laba bersih sebesar $11 miliar (naik 26%). Namun, para investor merasa khawatir karena tingkat keterlibatan pengguna (engagement) di Netflix mengalami perlambatan pada paruh pertama tahun 2026.

"Bisnis kami kuat dan terus berkembang, dan kami tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target setahun penuh," ujar Sarandos dan Peters dalam memo tersebut.

Untuk 2026, Netflix memproyeksikan pendapatan sebesar $51,0 miliar-$51,4 miliar (naik 13%-14%) dengan margin operasional sebesar 31,5% (dibandingkan dengan 29,5% pada 2024). Mereka juga memiliki 16 pegawai sejak akhir tahun lalu.

(ass/tia)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO