Other Mommy dan Rekor Jumpscare Horor
Sang sutradara, Rob Savage, bahkan sempat berseloroh dalam wawancaranya bersama Entertainment Weekly bahwa film berdurasi 93 menit ini bakal dijejali sekitar 50 jumpscare.
Pernyataan tersebut tentu memicu tanda tanya besar di kalangan pencinta horor. Pasalnya, jika klaim tersebut benar, Other Mommy akan resmi memecahkan rekor sebagai film dengan jumlah jumpscare terbanyak sepanjang sejarah sinema.
Sebagai perbandingan, data crowdsource dari situs pemantau jumpscare mencatat perkembangan tren kejutan mendadak yang kian meningkat dari dekade ke dekade.
Pada 1970-an Halloween (1978) memimpin dengan 13 jumpscare. Dekade 2010-an: The Haunting in Connecticut 2: Ghosts of Georgia (2013) sempat memegang rekor teratas dengan 32 jumpscare.
Lalu pada 2015-2025: Rekor melesat lewat Poltergeist (42 jumpscare), hingga puncaknya dipegang bersama oleh The Conjuring: Last Rites dan The Strangers: Chapter 2 yang masing-masing mencatatkan 46 jumpscare.
Sinopsis Singkat Other Mommy
Other Mommy berfokus pada dinamika keluarga Bela (Arabella Olivia Clark), seorang anak sekolah dasar yang dibesarkan oleh ibunya yang berfokus pada karier, Ursula (Jessica Chastain), dan ayahnya (Jay Duplass).
Ketegangan bermula ketika Bela menjalin hubungan dengan entitas pengubah bentuk misterius bernama "Other Mommy"-yang kerap menyamar menjadi sosok Ursula alternatif.
Entitas ini gemar muncul secara mendadak di cermin, sudut ruangan, hingga merayap di tempat-tempat yang tak terduga.
Untuk menguji klaim 50 jumpscare dari Rob Savage, sebuah eksperimen penghitungan langsung dilakukan saat pemutaran film.
Meski penghitungan jumpscare bersifat subjektif dan sangat bergantung pada tempo serta intensitas adegan, Other Mommy mencatatkan sekitar 34 kejutan mendadak sepanjang durasinya.
Jumlah tersebut mencakup kombinasi antara kejutan gertakan (fake-out) hingga aksi horor yang benar-benar intens.
Meski angka aslinya tidak genap menyentuh 50, jumlah 34 jumpscare dalam durasi satu setengah jam tetap terhitung sangat padat dan nyaris tanpa jeda bagi penonton untuk bernapas.
Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bagaimana Hollywood terus berlomba-lomba meningkatkan "dosis" kejutan visual demi memicu kepanikan instan di dalam bioskop yang mana hasilnya belum tentu berdampak positif.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
