Sinopsis:
Owens Bersaudari adalah penyihir. Sally (Sandra Bullock) dan Gillian (Nicole Kidman) adalah kakak adik yang mendapatkan warisan kemampuan menyihir dari nenek moyang mereka. Warisan ilmu sihir ini juga membawa kutukan bagi mereka: siapa pun laki-laki yang mencintai mereka akan meninggal dunia.
Itulah sebabnya ketika cinta Sally meninggal dunia, ia memutuskan untuk melepas sihirnya. Ia meminta Gillian untuk tidak memberi tahu kedua putrinya, Kylie (Joey King) dan Antonia (Maisie Williams), bahwa mereka adalah penyihir.
Tante Frances (Stockard Channing) dan Tante Jet (Dianne Wiest) yang mengurusi Sally dan Gillian juga dipaksa untuk berjanji hal yang sama.
Selama beberapa waktu, semuanya berjalan dengan baik. Sally sekarang menjadi seorang pustakawan sementara Gillian melakukan apa pun yang ia senangi. Masalah terjadi ketika Kylie membawa Gideon (Xolo Mariduena), kekasihnya, ke acara keluarga.
Dan seperti yang sudah ditakdiran, Gideon kecelakaan setelah ia dan Kylie menyatakan cinta. Marah, Kylie memutuskan untuk mencari bagaimanana cara memutus kutukan turun temurun ini.
Dan saat itulah ia menemukan sebuah buku sihir yang memberikan instruksi untuk memutus kutukan di meja Jet. Yang Kylie tidak tahu adalah buku tersebut adalah buku sihir yang bisa membawa si penyihir ke jalan kegelapan. Sally dan Gillian tidak memiliki pilihan selain menyusul Kylie ke Inggris.
Review:
Practical Magic: The Book of Magic adalah sebuah sekuel. Film ini adalah lanjutan dari film pertamanya yang dirilis pada tahun 1998. Alasan kenapa versi Indonesianya menggunakan sub-judul The Book of Magic dan bukan langsung Practical Magic 2 mungkin untuk mengelabui penonton yang mengira film ini bukanlah sekuel.
Padahal film ini sudah didesain untuk membuat penontonnya bisa menyaksikan film ini tanpa perlu menyaksikan film pertamanya.
Salah satu bagian terbaik dari Practical Magic: The Book of Magic adalah menyaksikan reuni Bullock dan Kidman. Penonton yang mencintai film aslinya benar-benar akan dihibur dengan penampilan mereka.
Bullock dan Sandra tampak menikmati membuat film ini karena chemistry mereka benar-benar mengisi semua kekurangan film ini. Mereka berdua bisa menyampaikan dialog-dialog yang kaku dan maksa itu menjadi natural.
Setiap kali Practical Magic: The Book of Magic fokus kepada mereka berdua, film ini sangat bersinar. Sayangnya tidak ada tawaran lain dari film ini selain faktor nostalgia. Menyaksikan Stockard Channing dan Dianne Wiest kembali memeluk Sandra Bullock dan Nicole Kidman memang menghangatkan tapi efek hangatnya tidak bertahan lama.
Magisnya kurang terasa, hubungan antar saudari-nya juga kurang kuat dan bumbu feminisnya tidak sekuat film aslinya. Tidak hanya itu, porsi plot Kylie dan Antonia juga terasa tidak seimbang padahal mereka mempunyai potensi yang menarik untuk menjadi paralel hubungan Sally dan Gillian.
Dengan durasi yang lumayan panjang-130 menit-film ini berusaha menyenangkan penonton dengan membawa mereka ke berbagai petualangan. Ada usaha Kylie memutus kutukan, ada Sally yang sepertinya bisa bertemu dengan cinta lagi dan ada Sally dan Gillian yang keliling mencari Kylie.
Lalu ada karakter antagonis yang tiba-tiba muncul. Semuanya diperparah dengan visual yang sangat membosankan. Film pertamanya mempunyai warna yang spesifik dan visual yang cantik. Film ini menampilkan semuanya dengan terang benderang dengan bunga di latar belakangnya.
Kalau kamu ingin tahu lanjutan kisah Owens Bersaudari karena sudah menyaksikan film pertamanya, film ini masih boleh dicoba. Tapi selain itu, tidak ada alasan yang spesial untuk menyaksikan babak baru para penyihir ini. Bahkan dengan misi memutus kutukan cinta di belakangnya.
Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.
Simak Video "Kiprah Udeh Nans, Sang Stuntman di Balik Layar Laga"
(ass/ass)