3 Bulan Sebelum Tayang, Presale Avengers: Doomsday Tembus Rp 876 Miliar
Pencapaian fantastis ini tergolong luar biasa karena diraih tiga bulan penuh sebelum penayangan resminya di bioskop pada 18 Desember 2026.
Pernyataan resmi terkait lonjakan presale disampaikan langsung oleh Chief Financial Officer (CFO) The Walt Disney Company, Hugh Johnston, dalam ajang Goldman Sachs Communacopia + Technology Conference.
Johnston menyoroti betapa kuatnya daya tarik waralaba Avengers setelah absen cukup lama di layar lebar.
"Kami masih berjarak tiga bulan dari tanggal rilis resmi, dan kami telah mengamankan penjualan presale sebesar $50 juta (Rp 876,75 miliar). Angka ini menjadi bukti nyata betapa besarnya dahaga dan antusiasme basis penggemar untuk kembali menyaksikan film Avengers di bioskop," ungkap Johnston dalam pemaparannya.
Strategi penjualan tiket Marvel Studios kali ini terbilang tidak biasa. Penjualan tiket presale telah dibuka secara bertahap sejak pertengahan Juli bersamaan dengan peluncuran cuplikan (trailer) perdana di ajang D23.
Tahap awal ini dikhususkan untuk format layar besar premium (PLF) seperti Dolby Cinema, Cinemark XD, dan Regal RPX, sebelum akhirnya dibuka untuk jaringan layar reguler.
Data menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen dari total transaksi presale saat ini berasal dari pemesanan tiket format PLF.
Kecepatan akumulasi angka presale ini melampaui rekor yang pernah dicatatkan oleh blockbuster MCU lainnya pada rentang waktu yang sama dari hari penayangan.
Dampak dari tingginya antusiasme terhadap "Avengers: Doomsday" juga merembet ke lini bisnis streaming milik Disney.
Johnston menyebutkan bahwa demam Avengers memicu peningkatan signifikan pada angka pemutaran film-film terdahulu Marvel di Disney+.
Sepanjang Agustus saja, total durasi tontonan konten Marvel di platform tersebut menembus rekor 420 juta jam tayang, melonjak lebih dari 200 juta jam jika dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya.
Kinerja presale yang sangat masif ini menjadi angin segar bagi Marvel Studios. Tren positif ini meneruskan momentum pemulihan box office yang sebelumnya dipicu oleh kesuksesan film-film besar sepanjang musim panas, serta membuktikan bahwa minat publik terhadap jagat sinematik MCU masih sangat solid.
Kendati demikian, para pengamat box office memprediksi "Avengers: Doomsday" akan menghadapi tantangan teknis terkait ketersediaan layar bioskop (screen capacity).
Berbeda dengan "Avengers: Endgame" pada 2019 yang mendominasi hampir seluruh layar bioskop tanpa saingan berarti, "Doomsday" harus berbagi ruang jaringan bioskop-termasuk persaingan sengit perebutan layar eksklusif IMAX-dengan film fiksi ilmiah raksasa lainnya, "Dune: Part Three", yang dijadwalkan tayang pada periode yang sama.
Meski harus berbagi alokasi layar, analisis awal dari para pengamat proyeksi industri menunjukkan bahwa "Avengers: Doomsday" tetap berpotensi mencatatkan pendapatan pekan perdana (opening weekend) di pasar domestik pada kisaran $260 juta hingga $300 juta (sekitar Rp4,55 triliun hingga Rp5,26 triliun).
Sementara untuk pendapatan global pada debut perdana penayangannya, film ini ditargetkan mampu melampaui ambang batas $1 miliar atau setara dengan Rp17,53 triliun
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
