Keseruan Warga Rusun 609 yang Nyeremin Tapi Kocak

Febryantino Nur Pratama
|
detikPop
Para cast film Warga Rusun 609.
Foto: Febryantino/detikpop
Jakarta - Film 'Warga Rusun 609' Adaptasi Horor Thailand, Hadirkan Horor dan Komedi Khas Indonesia

Film komedi horor Indonesia Warga Rusun 609 siap menyapa penonton di bioskop pada 1 Oktober 2026. Film produksi Rapi Films bersama Skymedia Films, Vortera Studios, dan Legacy Pictures itu merupakan adaptasi lokal dari film horor Thailand Buppah Rahtree yang dirilis pada 2003.

Produser Warga Rusun 609, Sunil Samtani, mengatakan film tersebut diadaptasi dengan menyesuaikan cerita dan karakter dengan budaya Indonesia. Menurutnya, meski mengambil IP dari Thailand, esensi cerita dan komedinya tetap dipertahankan.

Sunil menyebut IP tersebut sebenarnya sudah cukup lama, yakni sekitar 20 tahun. Namun, tim mengambil intisari cerita untuk kemudian dibuat ulang sesuai dengan kultur Indonesia.

"IP ini sebenarnya sudah cukup lama, sekitar 20 tahun lalu, tapi kita ambil intisarinya. Kita bikin remake, disesuaikan dengan kultur kita, komedinya kita jaga, karakternya semua kita jaga," ujarnya saat peluncuran trailer Warga Rusun 609 di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).

Produser kreatif Sunar Samtani mengatakan Warga Rusun 609 menawarkan perpaduan horor dan komedi. Film ini mengisahkan warga rusun yang menghadapi ancaman penggusuran, tetapi situasi semakin kacau ketika para penghuni juga harus berhadapan dengan kemunculan hantu.

Sementara itu, penulis skenario Upi mengungkapkan proses adaptasi dilakukan dengan membangun kembali cerita dan karakter agar terasa dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Menurut Upi, inti cerita Warga Rusun 609 tetap berkaitan dengan hubungan antarmanusia serta arwah yang memiliki masa lalu. Namun, elemen tersebut kemudian dikembangkan dengan memasukkan karakter dan isu yang relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

"Esensi dari ceritanya kan sebenarnya tentang hubungan manusia, dan cerita tentang arwah yang punya masa lalu. Dari situ kita bangun ulang semuanya, ceritanya, termasuk karakternya yang kita sesuaikan dengan kultur dan karakter orang Indonesia," ujar Upi.

"Termasuk isu-isu hangat dan perbincangan bapak-bapak atau ibu-ibu di kampung atau rusun tersebut," sambungnya.

Morgan Oey dipercaya memerankan Arka, karakter yang disebut-sebut menjadi sumber masalah dalam kisah Warga Rusun 609. Namun, Morgan justru menggambarkan Arka sebagai sosok pria yang bucin.

Ketika ditanya mengenai alasan Arka dianggap sebagai sumber masalah, Morgan punya pembelaannya sendiri.

"Kenapa saya dibilang sumber masalah, ya karena hantunya ini aja masih cinta sama dia. Itulah kebucinan dia. Jadi bukan sumber masalah dong, itu pembelaannya!" ujarnya.

Arka memiliki hubungan dengan Bunga yang diperankan Ranty Maria. Bunga merupakan sosok hantu yang memiliki alasan tersendiri untuk tetap berada di rusun.

"Bunga ini sebenarnya bukan sekadar sosok hantu aja, dia juga punya motivasi di balik kehadirannya. Kenapa dia tidak mau meninggalkan rusun? Karena dia mau nunggu janjinya laki-laki ini (Morgan). Dia punya janji masa lalu," tutur Ranty.

Ranty mengaku salah satu tantangan selama menjalani proses syuting adalah mempertahankan emosi karakter di tengah tingkah jenaka para pemain lainnya.

Sementara itu, Adzana Ashel memerankan Mila, seorang penjual bubur yang disebut memiliki saingan dengan Bunga. Mila juga menjadi saingan Bunga dalam memperebutkan Arka.

"Iya, aku ada sama Bunga karena aku karakter yang centil! Beda kasta dikitlah, ibaratnya pelakor tapi naik tahta. Aku tuh saingannya Bunga untuk mendapat Arka," ujar Ashel.

Di sisi lain, Gita Bhebhita memerankan Ibu Damai, ketua rusun yang berada dalam posisi serba sulit. Ia harus menjalankan perintah penggusuran, tetapi sebenarnya memiliki kepedulian terhadap para warga.

"Ibu Damai ini ketua rusun yang posisinya agak membingungkan. Sebagai ketua rusun dia harus patuh sama Pak Bahlil yang memerintahkan untuk menggusur warga. Tapi di sisi lain, dia tuh sangat sayang sama warganya," kata Gita.

Gita juga menggambarkan Ibu Damai sebagai sosok yang gemar mengamati kehidupan warga rusun.

"Kalau sebagai warga, aku tuh tipikal yang suka diam di rumah tapi suka ngintip! Observer sejati, aku tahu siapa yang pulang malam, nerima tamu siapa, semua info aku simpan!" ujarnya.

Suami Ibu Damai, Pak Terang, diperankan Tanta Ginting. Berbanding terbalik dengan istrinya, Pak Terang digambarkan sebagai sosok yang pasif dan lebih banyak memberikan dukungan.

Kelucuan warga rusun juga diramaikan oleh duo Mawar dan Melati yang diperankan Keanu Angelo dan Papham. Keduanya digambarkan sebagai warga yang penakut tetapi tetap periang.

"Kita ini penakut, tapi kita periang, dan kita ngikut alur aja!" kata Keanu.

Papham menambahkan, karakter mereka bekerja di bidang hospitality melalui salon. Keduanya digambarkan sebagai sosok serba bisa.

"Kita ini serba bisa ya Mawar, bisa ngamen, bisa nyalon, semuanya bisa... asal nggak disuruh ngasih anak aja!" ujar Papham yang langsung disambut tawa penonton.

Warga Rusun 609 disutradarai Herwin Novianto dengan skenario yang ditulis Upi. Film ini dibintangi sejumlah aktor dan komedian, di antaranya Ranty Maria, Gita Bhebhita, Galabby, Riyuka Bunga, Sarah Sechan, Aming, Papham, Keanu, Yono Bakrie, Danang Suryonegoro, Tanta Ginting, Dian Sidik, Dustin Tiffani, dan Morgan Oey.

Film Warga Rusun 609 dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026.

(fbr/ass)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO