Kritik Merger Paramount, Mark Ruffalo Dituduh Anti-Semit
Ruffalo menegaskan kritik yang ia luruskan murni berkaitan dengan potensi monopoli media, privasi data, serta kekhawatiran atas ikatan kontrak teknologi militer yang melibatkan calon pemilik baru studio tersebut.
Kontroversi memanas setelah Ruffalo secara terbuka menolak rencana akuisisi raksasa senilai $111 miliar.
Ruffalo menyoroti keterikatan keluarga Ellison-pendiri raksasa teknologi Oracle sekaligus investor utama akuisisi ini-dengan penyediaan teknologi militer dan pengawasan untuk Israel. Ia mengkritik penggunaan teknologi tersebut dalam konflik geopolitik yang tengah berlangsung.
Merespons unggahan Ruffalo, perwakilan Paramount yang dipimpin David Ellison merilis pernyataan keras. Mereka menuduh sang aktor membawa narasi geopolitik bermuatan tinggi ke dalam perselisihan bisnis murni:
"Kami sangat prihatin ketika trope antisemit dihadirkan dalam bentuk dugaan perselisihan bisnis... Ini tidak pantas mendapatkan respons balasan-dan untuk memperjelas, kami tidak mentolerir prasangka dalam bentuk apa pun, terhadap siapa pun."
Paramount juga menyebut bahwa penggunaan istilah geopolitik sensitif terkait transaksi korporasi merendahkan makna dari penderitaan yang sebenarnya.
Melalui pernyataan resminya di media sosial, Ruffalo langsung melayangkan tanggapan balik secara mendalam:
"Tuduhan bahwa saya seorang antisemit adalah hal yang mengerikan dan sangat tidak jujur. Mengkritik tindakan Perdana Menteri Israel, kontrak teknologi militer, atau eksekutif yang menyediakannya tidak sama dengan mengkritik kaum Yahudi."
"Agar jelas, pandangan saya berasal dari keyakinan politik saya sendiri dan tidak boleh diartikan sebagai permusuhan terhadap kaum Yahudi, yang sangat saya cintai dan hormati. Semua yang saya ketahui tentang seni peran, aktivisme, dan humanisme sangat dibentuk oleh teman-teman, kolega, dan orang-orang tercinta dari kaum Yahudi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup saya."
Ruffalo menegaskan agar publik dan badan pengawas tidak teralihkan oleh tuduhan personal dan tetap berfokus pada substansi dampak transaksi bisnis raksasa tersebut.
"Kesepakatan USD 111 miliar ini akan menyerahkan kontrol atas CNN, HBO, dan Warner Bros. kepada satu keluarga... Pengawasan terhadap keluarga Ellison-termasuk bisnis Oracle yang dibangun di atas data, teknologi pengawasan, dan kontrak pemerintah-serta ancaman serius terhadap kebebasan editorial dan hilangnya mata pencaharian ribuan keluarga, adalah hal yang adil dan sangat diperlukan."
