10 Film yang Jadi Titik Balik Karier Aktor Hollywood
Kegagalan satu proyek atau masalah pribadi kerap membuat seorang aktor diremehkan dan dianggap selesai oleh industri Hollywood.
Namun, sejarah membuktikan bahwa satu peran yang tepat di waktu yang pas mampu mengubah narasi tersebut secara drastis-mengangkat kembali karier yang redup, menghapus stigma masa lalu, atau bahkan melahirkan ikon budaya pop baru.
Berikut perjalanan 10 aktor Hollywood beserta film yang menjadi titik balik terbesar dalam karier dan perjalanan finansial mereka.
Robert Downey Jr.
Iron Man Foto: dok Iron man |
Pria yang akrap disapa RDJ ini berada di titik terendah dalam hidupnya pada awal 2000-an akibat ketergantungan obat-obatan dan serangkaian masalah hukum yang membuatnya dianggap uninsurable atau tidak bisa diasuransikan oleh studio-studio besar.
Keputusan Marvel Studios untuk mempercayakan peran Tony Stark dalam Iron Man (2008) menjadi pertaruhan raksasa bagi kedua pihak.
Performa karismatik Downey Jr. tidak hanya memikat penonton, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya Marvel Cinematic Universe (MCU).
Film ini meledak di pasaran dengan mengantongi $585,8 juta dari bujet $140 juta, meraih skor 94% di Rotten Tomatoes, serta melontarkan Downey Jr. menjadi salah satu aktor berbayaran tertinggi sepanjang sejarah Hollywood.
Matthew McConaughey
Cuplikan film 'Dallas Buyer Club'. Foto: Dok. Focus Features |
Selama bertahun-tahun aktor satu ini terjebak dalam persepsi publik sebagai aktor spesialis komedi romantis yang ringan dan mudah ditebak melalui film-film seperti How to Lose a Guy in 10 Days.
Menginjak dekade 2010-an, ia secara radikal menolak seluruh penawaran skrip serupa demi mengejar peran-peran dramatis, sebuah masa yang kelak dijuluki sebagai "The McConnaissance".
Puncaknya terjadi saat ia membintangi Dallas Buyers Club (2013) sebagai Ron Woodroof, seorang penderita HIV/AIDS. Pengorbanannya memotong bobot tubuh hingga 21 kg terbayar tuntas.
Film bertengger manis dengan pendapatan USD 55,2 juta dari bujet minim $5 juta, serta mengantarkan McConaughey meraih Piala Oscar pertamanya untuk kategori Best Actor.
Ryan Reynolds
Deadpool Foto: twitter |
Aktor asal Kanada ini sempat dicap sebagai 'racun' bagi genre pahlawan super setelah kegagalan komersial dan kritis yang beruntun, mulai dari Green Lantern (2011) hingga penampilannya sebagai Deadpool yang buruk di X-Men Origins: Wolverine (2009).
Pantang menyerah, Reynolds menghabiskan waktu satu dekade untuk memperjuangkan adaptasi Deadpool (2016) yang sesuai dengan komik berating dewasa (R-rated).
Usahanya membuahkan hasil luar biasa ketika film tersebut berhasil meraup USD 782,6 juta dari bujet yang relatif kecil (USD 58 juta) dan memecahkan rekor film R-rated terlaris pada masanya, sekaligus mengubah posisi Reynolds menjadi salah satu produser dan pengusaha paling berpengaruh di industri hiburan.
Brendan Fraser
Brendan Fraser saat tampil di The Whale. Foto: Dok. Ist |
Sosok yang dulunya merupakan bintang aksi favorit lewat waralaba The Mummy, perlahan menghilang dari radar Hollywood akibat rentetan masalah kesehatan, trauma cedera fisik saat syuting, depresi, dan isu pelecehan yang dialaminya.
Setelah bertahun-tahun meredup, ia kembali lewat arahan Darren Aronofsky dalam The Whale (2022) sebagai Charlie, seorang guru yang mengidap obesitas morbid.
Penampilan emosional Fraser memicu gelombang simpati global yang dikenal sebagai Brenaissance. Film produksi A24 ini berhasil mencetak USD 54,8 juta dari bujet hanya USD 3 juta, dan puncaknya mengantarkan Fraser memenangkan Piala Oscar untuk Best Actor.
John Travolta
John Travolta dan Quentin Tarantino di Pulp Fiction. Foto: Dok. Ist |
Aktor yang pernah menjadi fenomena global lewat Saturday Night Fever pada akhir 1970-an harus mengalami masa-masa kelam sepanjang dekade 1980-an, di mana hampir seluruh film yang ia bintangi gagal total di pasaran.
Momen penyelamatan kariernya datang ketika Quentin Tarantino secara independen memilihnya untuk memerankan pembunuh bayaran Vincent Vega dalam Pulp Fiction (1994).
Karakter ini menghidupkan kembali pesona Travolta di layar lebar. Film bernuansa neo-noir ini menjadi fenomena budaya dengan pendapatan USD 213,9 juta dari bujet USD 8,5 juta, memenangkan penghargaan tertinggi Palme d'Or di Festival Film Cannes, dan mengembalikan Travolta ke jajaran aktor kelas A.
Michael Keaton
birdman Foto: dok Fox Searchlight |
Ia sempat meraih puncak popularitasnya saat memerankan Batman dalam arahan Tim Burton pada akhir 1980-an, namun setelah itu kariernya perlahan bergeser ke peran-peran pendukung yang kurang menonjol.
Momen kebangkitan yang metaforis hadir saat ia membintangi Birdman (2014) karya Alejandro G. IΓ±Γ‘rritu. Dalam film tersebut, Keaton berperan sebagai Riggan Thomson, seorang mantan aktor pahlawan super yang berjuang mendapat pengakuan di panggung teater Broadway-sebuah narasi yang sangat sejajar dengan perjalanan hidupnya sendiri.
Birdman sukses mengantongi USD 103,2 juta, memenangkan 4 Piala Oscar termasuk Best Picture, dan menempatkan Keaton kembali di panggung utama penghargaan film internasional.
Tom Cruise
Cuplikan adegan Tom Cruise dalam film Risky Business. Foto: Dok. Ist |
Aktor laga satu ini pada awal kariernya hanya dipandang sebagai salah satu dari sekian banyak aktor muda berbakat dalam film ensemble seperti The Outsiders (1983).
Namun, penampilannya dalam Risky Business (1983) sebagai Joel Goodsen mengubah pandangan industri secara instan. Adegan ikoniknya menari dengan kemeja putih dan kaus kaki melontarkan Cruise menjadi simbol budaya pop dan menetapkan standar baru bagi pemeran utama (leading man) di Hollywood.
Film ini meraih USD 63,5 juta di box office domestik dari bujet terjangkau USD 6,2 juta, sekaligus memicu ledakan penjualan kacamata Ray-Ban Wayfarer di seluruh dunia.
Robin Wright
HOLLYWOOD, CA - MAY 25: Actor Robin Wright attends the premiere of Warner Bros. Pictures' "Wonder Woman" at the Pantages Theatre on May 25, 2017 in Hollywood, California. (Photo by Frazer Harrison/Getty Images) Foto: Frazer Harrison/Getty Images |
Selama bertahun-tahun hanya dikenal oleh publik Amerika sebagai aktris sinetron televisi melalui serial Santa Barbara.
Kesempatannya untuk menembus industri film layar lebar datang ketika ia terpilih sebagai pemeran utama dalam The Princess Bride (1987) karya Rob Reiner.
Perannya sebagai Princess Buttercup membuktikan kapasitasnya sebagai aktris berbakat yang sanggup memikat penonton layar lebar.
Meskipun awalnya meraih USD 30,8 juta secara domestik, film ini berkembang menjadi cult classic yang dicintai sepanjang masa dan menjadi batu loncatan utama bagi Wright untuk membintangi proyek raksasa seperti Forrest Gump hingga serial House of Cards.
Liam Neeson
NEW YORK, NY - DECEMBER 16: Actor Liam Neeson attends the "Concussion" New York Premiere at AMC Loews Lincoln Square on December 16, 2015 in New York City. (Photo by Dimitrios Kambouris/Getty Images) Foto: Dimitrios Kambouris |
Aktor satu ini lebih identik dengan peran-peran dramatis yang anggun dan berbobot dalam film sejarah seperti Schindler's List atau Michael Collins.
Di usianya yang menginjak 56 tahun, Neeson mengambil keputusan berani dengan menerima peran Bryan Mills dalam film laga Prancis, Taken (2008).
Karakter mantan agen CIA yang berjuang menyelamatkan putrinya tersebut secara mengejutkan mendefinisikan ulang seluruh citra kariernya.
Taken menjadi sleeper hit raksasa yang meraup USD 226,8 juta dari bujet USD 25 juta, serta secara mendadak mengubah Neeson menjadi ikon action hero paruh baya paling produktif selama lebih dari satu dekade berikutnya.
Marlon Brando
Marlon Brando saat tampil di The Godfather (1972). Foto: Dok. Ist |
Pada awal dekade 1970-an Marlon Brando berada di titik paling kritis dalam kariernya dan reputasinya hancur akibat dianggap sulit diajak bekerja sama, ditambah deretan filmnya yang gagal secara finansial hingga studio Paramount Pictures melarang keras namanya masuk dalam jajaran pemain The Godfather (1972).
Namun, sutradara Francis Ford Coppola berjuang keras dan membiayai sendiri tes kamera Brando. Penampilannya yang luar biasa sebagai Don Vito Corleone tidak hanya membungkam seluruh kritikus, tetapi juga mengukuhkan kembali posisinya sebagai salah satu aktor terbaik sepanjang masa.
The Godfather menjadi film terlaris pada zamannya dengan pendapatan USD 250-291 juta dari bujet USD 6 juta dan meraih 3 Piala Oscar.
Simak Video "Video Debut Jadi Sutradara, Scarlett Johansson: Pengalaman Memuaskan"
[Gambas:Video 20detik]










