Melissa Barrera Bicara Dampak Pro-Palestina: Banyak Orang Kehilangan Pekerjaan

Asep Syaifullah
|
detikPop
EXCLUSIVE - Melissa Barrera takes part in the panel discussion THE POWER OF TV: Latinx Inclusion, co-presented by the Television Academy Foundation, Netflix, STARZ, and h Club Los Angeles on Thursday, Aug. 9, 2018 in North Hollywood, Calif. The event assembled Latinx leaders in the television industry to discuss career paths to success, the challenges of advocating for inclusivity, as well as onscreen and behind-the-scenes opportunities. (Photo by Phil McCarten/Invision for the Television Academy/AP Images)
Foto: Dok. AP
Jakarta - Aktris asal Meksiko, Melissa Barrera, kembali merefleksikan salah satu momen paling kontroversial dalam perjalanan kariernya di industri perfilman Hollywood.

Dalam wawancara mendalam bersama podcast Latino USA yang dipandu oleh Maria Hinojosa, Barrera secara terbuka membahas kembali pemecatannya dari waralaba horor populer Scream oleh Spyglass Media Group pada akhir 2023 lalu.

Pemecatan tersebut terjadi menyusul unggahan-unggahan sang aktris di media sosial pribadi yang menyuarakan dukungan terhadap Palestina serta mengkritik agresi militer Israel di Jalur Gaza.

Dalam percakapan tersebut, Barrera sepakat dengan pernyataan sang host, Maria Hinojosa, bahwa dirinya telah masuk ke dalam daftar hitam (blacklisted) oleh para produser film besar di Hollywood akibat sikap politik dan kemanusiaannya.

Kendati demikian, ia menyoroti bahwa pengalaman pahit tersebut tidak hanya dialami oleh dirinya seorang diri sebagai figur publik.

"Itu bukanlah kali pertama hal seperti itu terjadi pada seseorang, dan itu juga tidak akan menjadi yang terakhir," ungkap Barrera dalam siniar tersebut.

Ia menambahkan bahwa di luar industri hiburan, ada banyak sekali orang biasa yang turut menghadapi konsekuensi serupa-kehilangan mata pencaharian dan pekerjaan, hanya karena berani menyuarakan hak asasi manusia bagi rakyat Palestina.

Aktris yang sebelumnya tampil sebagai pemeran utama dalam film Scream (2022) dan Scream VI (2023) ini menyayangkan bagaimana sistem kekuasaan dan kepentingan finansial kerap mendikte moralitas institusi besar.

Menurutnya, pihak-pihak berkuasa sering kali berupaya keras untuk membungkam siapa saja yang mencoba menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan dasar.

"Sangat menyedihkan bagi saya bahwa ada kepentingan-kepentingan yang dianggap lebih penting oleh orang-orang tertentu-kepentingan kekuasaan dan uang," ujar Barrera. "Mereka akan melakukan segala cara untuk membungkam orang-orang agar tidak mengatakan bahwa manusia berhak untuk hidup, bahwa anak-anak berhak untuk tumbuh dewasa."

Meski harus membayar mahal posisi utamanya dalam salah satu waralaba horor paling ikonik di dunia, Barrera menegaskan bahwa ia tidak pernah merasa menyesal. Ia melihat periode tersebut sebagai sebuah titik balik spiritual dan kesadaran diri (awakening) untuk mengambil alih kendali penuh atas hidupnya sendiri.

Di tengah gelombang tekanan industri dan kontroversi yang sempat menderanya, aktris berusia 30-an tahun ini memilih untuk tetap tegar dan terus memandang masa depan dengan penuh harapan.

Ia percaya bahwa di luar segalanya, masih ada banyak orang yang peduli terhadap sesama dan menyadari bahwa manusia di seluruh dunia terhubung satu sama lain.

"Kita tidak bisa menutup mata terhadap sesuatu yang terjadi di belahan dunia lain hanya karena itu berada jauh dari kita, karena sebelum kita menyadarinya, hal itu sudah berada di depan pintu kita sendiri," tegasnya.

Kini, Melissa Barrera membuktikan bahwa dirinya mampu bangkit dari keterpurukan karier akibat pembatasan industri kreatif.

Ia terus melangkah maju dengan menyalurkan bakat seninya melalui medium lain, termasuk sukses menembus panggungBroadway serta aktif menyuarakan isu-isu kemanusiaan global tanpa merasa takut kehilangan panggung.

(ass/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO