Morgan Freeman: Naskah Bagus Nomor 2, yang Penting Bayaran Cocok
Pernyataan jujur tersebut disampaikan oleh peraih piala Oscar ini dalam wawancaranya bersama The New York Times, yang dilakukan menjelang penayangan musim ketiga serial Paramount+ miliknya, Lioness.
Di saat banyak aktor kerap mengagung-agungkan nilai artistik atau kedalaman cerita saat memilih proyek, aktor legendaris tersebut justru memberikan pandangan yang sangat realistis mengenai pertimbangan kerjanya.
"Jika seseorang menawarkanmu pekerjaan, tentu sangat menyenangkan kalau mereka juga menyodorkan naskah yang menarik," ungkap Freeman.
"Namun realitasnya, ada dua atau tiga hal yang menentukan. Apa yang akan mereka bayarkan padamu? Jika bayarannya cukup besar, maka kamu bisa memaklumi dan mengabaikan beberapa kekurangan yang ada di dalam naskah tersebut."
Kejujuran Morgan Freeman ini bukanlah hal yang mengejutkan bagi para penggemarnya. Dalam satu dekade terakhir, aktor yang membintangi lebih dari 150 judul film dan acara televisi ini memang dikenal tidak lagi terlalu memusingkan citra atau idealisme berlebihan dalam memilih peran.
Ia tidak ragu mengakui bahwa peran yang dimainkannya kini sering kali hanya versi lain dari dirinya sendiri. Kendati demikian, publik dan para kritikus justru menganggap kejujuran dan sikap santai aktor berawal dari The Shawshank Redemption ini sebagai sebuah daya tarik tersendiri.
Meski bersedia mentolerir kualitas naskah yang kurang sempurna demi bayaran yang setimpal, Freeman mengungkapkan bahwa statusnya sebagai aktor senior memberinya hak istimewa untuk tetap bisa memperbaiki dialog sebelum syuting dimulai.
"Terkadang, kamu bisa menunjukkan hal-hal di dalam naskah yang dirasa kurang pas bagimu, dan pada akhirnya hal itu bisa disesuaikan," tambahnya.
Sikap santai dan pragmatis Morgan Freeman ini jadi bukti setelah berpuluh-puluh tahun berkarier di puncak industri Hollywood, prioritas dalam bekerja bisa menjadi jauh lebih sederhana dan transparan.
