Lakoni Adegan Intim Bareng Olivia Wilde, Cooper Hoffman Ngaku Canggung
Beradu akting dengan Olivia Wilde yang diakuinya sebagai sosok idola masa kecilnya, Hoffman mengungkap rasa canggung saat harus melakukan berbagai adegan intim sejak hari pertama syuting.
Dalam film ini, Hoffman berperan sebagai Elliot, seorang pemuda pemalu yang bekerja sebagai asisten seniman kontroversial bernama Erika Tracy (Olivia Wilde).
Tuntutan peran mengharuskan pemeran film Licorice Pizza ini tampil dalam balutan busana yang minim dan melakoni sejumlah adegan berani.
"Dia itu sangat jenaka," ujar Hoffman mengenai lawan mainnya.
"Selesai pengambilan gambar, saya langsung memakai jubah mandi dan menyendiri di pojok sofa. Sementara Olivia dan Gregg sangat santai mengobrol soal menu makan siang. Saya sampai membatin, 'Tolong, biarkan saya melewati adegan ini dulu sebelum ngobrol normal!'" ujar Hoffman sambil tertawa saat diwawancarai Entertainment Weekly.
Sutradara Gregg Araki menilai rasa canggung Hoffman justru secara alami memperkuat karakter Elliot yang memang digambarkan pemalu di hadapan Erika yang sangat percaya diri.
I Want Your Sex (2026). Foto: Dok. Ist |
Araki memaklumi kondisi tersebut karena jadwal produksi memaksa mereka langsung mengambil adegan intim di hari pertama dan kedua syuting.
"Kami langsung syuting adegan seks sejak hari pertama," ujar Araki. "Begitulah pengaturan jadwalnya... Lalu, hari keduanya adalah adegan seks bertiga di kamar tidur."
Dia melanjutkan, "Saya sudah lama sekali membuat film-film yang menampilkan adegan seksi, jadi saya sudah sangat terbiasa dan merasa sangat nyaman dengannya. Olivia juga sering membintangi film dan adegan seksi, jadi dia pun merasa sangat nyaman. Sementara Cooper sempat agak ragu dan berpikir, 'Oke.'"
Meski sempat merasa takut di awal, kehadiran intimacy coordinator dan lingkungan kerja yang saling menghormati membuat situasi bertahap mencair.
Hoffman pun akhirnya bisa membangun chemistry yang kuat bersama Olivia Wilde dan merasa jauh lebih percaya diri dengan perannya.
"Pada akhirnya, itulah sebabnya mengapa sangat penting bagi Olivia dan Cooper untuk memiliki chemistry yang begitu kuat," ujarnya.
"Jika Anda bekerja sama dengan rekan yang tidak benar-benar sejalan, saya bisa membayangkan betapa canggung dan sulitnya hal itu. Saat melihat Olivia dan Cooper bersama, saya berkata, 'Ini dia yang tepat.' Karena mereka benar-benar cocok dan saling memahami satu sama lain," pungkasnya.

