Supermodel Tyra Banks mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap Netflix dan sutradara serial dokumenternya, Reality Check: Inside America's Next Top Model. Dia menuding para produser memangkas rekaman wawancara selama berjam-jam.
Gak cuma itu saja, Tyra Banks juga menuduh mereka membangun narasi palsu. Dilansir dari AP, Senin (15/6), dalam gugatan yang diajukan sang model ngaku diwawancarai selama 3,5 jam. Ia yang juga menjadi pembawa acara America's Next Top Model juga disebut bertanggung jawab atas beberapa kepurusan kontroversial tersebut.
Wawancaranya diedit dan menjadi durasi 16 menit dan dimanipulasi untuk mendukung narasi palsu dan memfitnah yang gak terkait dengan apa yang diungkapkan.
"Pertanggungjawaban yang diambil oleh Ms. Banks akhirnya dihilangkan. Itu ada di sana, tetapi pemirsa tidak pernah diberi kesempatan untuk melihatnya," tulis tim kuasa hukumnya.
Tyra Banks menuntut ganti rugi dalam gugatan kepada Netflix, sutradara Daniel Sivan dan Mor Loushy, serta EverWonder Studio.
Dia juga meminta perintah pengadilan untuk melarang penggunaan citranya terkait dengan soundtrack serial dokumenter tersebut, yang dirilis sebagai album.
Dalam gugatan,juga menyatakan bahwa produser serial dokumenter Netflix menggunakan "penyuntingan selektif, penghilangan yang disengaja, dan manipulasi yang cermat terhadap rekaman
Program America's Next Top Model diluncurkan pada tahun 2003 dan berlangsung selama 24 musim. Dalam beberapa tahun terakhir, serial kompetisi realitas ini telah mengalami evaluasi ulang kritis atas tuduhan penghinaan tubuh, manipulasi kontestan, dan pemotretan yang bermasalah.
Simak Video "Video: Yang Bikin Sinje Lee Jatuh Cinta ke Karakternya di 'The Resurrected'"
(tia/tia)