8 Sutradara yang Menyesali Pilihan Aktor dalam Film Mereka

Asep Syaifullah
|
detikPop
Back to The Future
Foto: Back to The Future (imdb.)
Jakarta - Memilih aktor yang tepat adalah salah satu tugas tersulit bagi seorang sutradara. Meski sudah melalui proses audisi yang panjang, hasil di lokasi syuting terkadang tidak sesuai harapan.

Berikut adalah daftar sutradara yang secara terbuka mengakui kesalahan casting mereka:

1. Robert Zemeckis - (Back to the Future)

Cuplikan adegan Back to the Future (1985).Cuplikan adegan Back to the Future (1985). Foto: Dok. Ist

Meskipun Michael J. Fox kini identik dengan Marty McFly, peran ini awalnya dimainkan oleh Eric Stoltz.

Setelah syuting selama lima minggu, Zemeckis menyadari bahwa Stoltz memberikan nuansa yang terlalu dramatis dan serius untuk film komedi fiksi ilmiah ini.

Zemeckis mengakui kesalahannya dan memutuskan untuk melakukan syuting ulang seluruhnya dengan Michael J. Fox.

2. Francis Ford Coppola - (Apocalypse Now)

Apocalypse Now (1979).Apocalypse Now (1979). Foto: Dok. Ist

Awalnya, Harvey Keitel dipilih untuk memerankan Kapten Willard. Namun, setelah beberapa hari syuting di lokasi yang berat, Coppola merasa Keitel tidak cocok dengan atmosfer film tersebut.

Ia melihat Keitel tampak tidak nyaman dengan kondisi hutan dan memutuskan untuk menggantinya dengan Martin Sheen.

3. Peter Jackson - (The Lovely Bones)

Ini adalah kasus di mana sutradara merasa salah karena memaksakan aktor yang tidak cocok.

Awalnya Ryan Gosling dipilih, namun ia merasa karakternya harus memiliki berat badan berlebih dan menaikkan berat badannya secara drastis.

Jackson merasa visi tersebut salah dan akhirnya menyadari bahwa Gosling memang terlalu muda untuk peran tersebut. Peran itu pun jatuh ke tangan Mark Wahlberg.

4. Spike Jonze - (Her)

Cuplikan adegan dalam film HER.Cuplikan adegan dalam film HER. Foto: Dok. Warner Bros

Samantha Morton sebenarnya sudah merekam seluruh dialog untuk karakter AI bernama Samantha.

Namun, saat proses penyuntingan, Spike Jonze merasa ada sesuatu yang kurang pas dengan dinamika suaranya terhadap akting Joaquin Phoenix.

Dengan persetujuan Morton, Jonze menggantinya dengan Scarlett Johansson dan merekam ulang semua dialognya.

5. Cameron Crowe - (Aloha)

Crowe mengakui kesalahan besar dalam pemilihan Emma Stone sebagai Allison Ng, karakter yang seharusnya memiliki keturunan Asia (Tionghoa) dan Hawaii.

Setelah mendapat kritik tajam mengenai whitewashing, Crowe secara terbuka meminta maaf dan mengakui bahwa pilihan casting-nya meleset dari latar belakang karakter yang ia tulis sendiri.

6. Josh Trank - (Fantastic Four)

Fantastic FourFantastic Four Foto: (dok. imdb.)

Meskipun tidak secara spesifik menyerang kemampuan akting Teller, sutradara Josh Trank mengakui bahwa seluruh proses produksi dan pilihan pemain dalam film tersebut tidak berjalan sesuai visinya.

Ia merasa ada ketidakcocokan antara visi kreatifnya dengan hasil akhir yang diinginkan studio, termasuk dalam pemilihan dinamika tim.

7. Woody Allen - (Manhattan)

Dalam beberapa kesempatan, Allen pernah merefleksikan kembali karya-karyanya dan merasa bahwa pemilihan pemain atau arah akting dalam beberapa filmnya, termasuk Manhattan, tidak selalu tepat sasaran sesuai dengan kedewasaan cerita yang ingin ia sampaikan.

8. George Lucas - (Star Wars)

Aksi Carrie Fisher di film 'Star Wars'.Aksi Carrie Fisher di film 'Star Wars'. Foto: Dok. Lucasfilm

Meski terdengar mengejutkan, pada awalnya George Lucas sempat merasa ragu dengan pilihannya.

Ia sempat berpikir bahwa aktor-aktor muda ini tidak akan mampu membawa beban emosional dari dunia fiksi ilmiah yang ia ciptakan. Tentu saja, sejarah membuktikan bahwa keraguan Lucas itu salah besar.


(ass/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO