Di Balik Layar Michael: Habis Rp 238 Miliar Demi Hapus Skandal Pelecehan
Laporan terbaru dari Bloomberg (via THR pada 26 April) mengungkapkan bahwa sutradara Antoine Fuqua dan produser Graham King mengeluarkan biaya tambahan dalam jumlah fantastis demi menyelesaikan proses syuting ulang yang kontroversial.
Tim produksi harus melakukan syuting ulang selama 22 hari dengan biaya tambahan mencapai USD 15 juta (sekitar Rp 238 miliar) untuk merombak total narasi film, khususnya terkait tuduhan pelecehan seksual anak yang sempat menjerat sang megabintang.
Baca juga: 5 Rekomendasi Film Bioskop Weekend Ini |
Awalnya, sutradara Antoine Fuqua dan produser Graham King berniat menyertakan babak kelam dalam hidup Jackson, termasuk kasus Jordan Chandler pada 1993.
Namun, rencana ini terhenti ketika pengacara dari pihak estate (ahli waris) Jackson menyadari adanya batasan hukum yang sangat ketat.
Menurut sumber internal, sebuah klausul dalam perjanjian damai 1994 dengan keluarga Chandler melarang penggambaran sosok Chandler atau detail kejadian tersebut dalam media film.
Seorang sumber yang terlibat dalam produksi menyatakan kepada The Hollywood Reporter:
"Mereka menyadari bahwa jika mereka memasukkan bagian itu, mereka akan menghadapi tuntutan hukum yang tidak akan pernah berakhir. Itu adalah mimpi buruk hukum yang ingin dihindari oleh semua orang."
Akibat kendala hukum tersebut, seluruh babak ketiga film harus ditulis ulang. Adegan pembuka yang awalnya memperlihatkan penggerebekan polisi di Neverland Ranch pada 1993 telah dihapus sepenuhnya.
Sebagai gantinya, film ini kini memiliki fokus kronologis yang berbeda. Cerita yang tadinya direncanakan mencakup hingga kematian Jackson pada 2009, kini dikabarkan berakhir jauh lebih awal, tepatnya pada puncak tur album Bad di akhir 1980-an.
Laporan tersebut menyebutkan alasan di balik perubahan ini.
"Daripada mencoba menyeimbangkan antara kejeniusan seni dan tuduhan kriminal yang rumit, produser memilih untuk mengakhiri cerita saat Michael masih berada di puncak dunia, sebelum skandal besar itu merusak citranya secara permanen."
Baca juga: 3 Film Hollywood Terbaru yang Wajib Ditonton |
Biaya tambahan sebesar USD 15 juta untuk syuting ulang ini tidak ditanggung oleh studio (Lionsgate atau Universal), melainkan oleh keluarga Jackson sendiri.
Hal ini memberikan keluarga kontrol lebih besar atas bagaimana Michael digambarkan di layar lebar.
Pihak Lionsgate memberikan pernyataan resmi untuk meredam kekhawatiran publik.
"Kami sangat bangga dengan kemajuan film ini. Seperti halnya produksi film besar lainnya, syuting tambahan dilakukan untuk memastikan kualitas terbaik bagi para penggemar di seluruh dunia."
Meski tim produksi bersikeras bahwa film ini akan memberikan gambaran jujur tentang Jackson, keputusan untuk menghapus elemen paling kontroversial dalam hidupnya memicu kritik. Banyak pihak menilai biopik ini beralih menjadi upaya pembersihan nama.
Film Michael, yang dibintangi oleh keponakan kandung sang bintang, Jaafar Jackson, dijadwalkan tetap tayang pada April 2025.
(ass/dar)











































