Iko Uwais Ingin Angkat Budaya Pencak Silat Lewat Film Ikatan Darah

Febryantino Nur Pratama
|
detikPop
Film Ikatan Darah
Foto: Dok.Febriyantino/ detikpop
Jakarta - Film laga Ikatan Darah dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 30 April 2026. Diproduksi oleh Uwais Pictures, film ini mengusung aksi laga yang kental dengan budaya pencak silat serta nilai keluarga.

Executive Producer Iko Uwais berharap film ini bisa diterima luas dan terasa dekat dengan kehidupan penonton sehari-hari.

"Mudah-mudahan semuanya suka filmnya dan relate sama kehidupan sehari-hari tentunya. Dan memang ini apa yang mau disampaikan balik lagi mungkin saya dari apa ya, budaya yang saya mau sebarkan dan agenda saya pribadi pada saat ya saya mulai jadi atlet sampai sekarang kerja di dunia seni dan kerjanya digebukin kalau gak digebukin gak dapet duit. Sekarang alhamdulillah disuruh berantem dapet duit. Jadi budaya yang saya mau perkenalkan balik lagi di negara saya sendiri, pencak silat," kata Iko Uwais dalam Premier di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan pada Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, Ikatan Darah gak hanya menampilkan pencak silat secara konvensional. Tapi sudah dikembangkan agar menyatu dengan karakter masing-masing pemain.

"Tapi alhamdulillah teman-teman bisa lihat tadi di Ikatan Darah ini tidak hanya pencak silat yang kolotnya, tapi sudah nge-plan, sudah nyambung ke badan masing-masing ke pemainnya. Kayak ada Livi Ciananta, Ismi Melinda di sini. Livi pun bukan seorang praktisi pencak silat dan dia pun mungkin bisa dibilang pernah latihan bela diri ya Livi ya, dan tidak bisa dibilang intens apa ya, instan lah ya kayak mie rebus saja ini, instan lah tapi maksudnya itu dia dengan basic orang mempunyai bela diri itu bukan karena dia pinter bela diri masing-masing punya bela diri karena ada basic background dan kemauan," ungkapnya.

Menurut Iko, pencak silat memiliki kekayaan gerakan yang sangat beragam di Indonesia. Hal itu menjadi alasan dirinya ingin terus mengangkat budaya tersebut melalui film action.

"Dan kalau saya bilang saya mewakili pencak silat apapun bela diri yang berhadapan itu kayaknya nyambung aja. Kita punya pukulan, kita punya tendangan, kita punya sikut, semua organ tubuh manusia tuh sama. Tapi pas pada saat menggerakkan masing-masing gerakan dengan ada Derby, ada Beb, ada Dimas, ada Ismi, beda. Semua tapi masing-masing karakter itu beda-beda walaupun koreonya sama seperti itu. Jadi pencak silat sangat apa ya kaya dengan budaya dan bisa dibilang dibayangkan dengan 38-37 provinsi sekarang dengan masing-masing di daerah Jakarta aja pencak silat mempunyai banyak ratusan perguruan. Gimana digabung dengan seluruh Indonesia, betapa kayanya pencak silat Bang. Cuma satu kata doang: Silat," kata Iko.

Namun, para aktor dan aktris di film ini tetap mengeluarkan karakter silat di film ini. "Dengan di kita meng-compare dalam bela diri yang lain. Maaf dengan yang lain sebenarnya mungkin ya mereka masing-masing mempunyai karakter gerakan cuma pencak silat satu perguruan karakternya beda-beda seperti itu. Jadi yang saya mau kerahkan ke Uwais Pictures juga mau mengeluarkan kenapa spesifik action insyaallah dengan mudah-mudahan terus bisa berkarya terus teman-teman dan bisa bergabung terus," bebernya.

Iko juga menyinggung kolaborasinya dengan sutradara Sidharta Tata dalam proyek ini. Ia berharap kerja sama tersebut bisa terus berlanjut untuk menghadirkan film action berkualitas dari Indonesia.

"Alhamdulillah Tata (sutradara) sudah lumayan mahal sekarang, bisa terus berkolaborasi. Jadi kita bisa lagi apa apa ya visi misinya itu bisa memperkenalkan dari film action dari Uwais Pictures," kata Iko.

Film ini diproduksi oleh Uwais Pictures dengan dukungan KG Pictures, Legacy Pictures, dan Raid Rapid Active. Produser utama film ini adalah Ryan Santoso selaku CEO Uwais Pictures. Sementara itu, posisi produser eksekutif diisi oleh Iko Uwais, Yentonius Jerriel Ho, dan Yocke Kaseger.

Secara cerita, Ikatan Darah mengikuti kisah Mega, mantan atlet pencak silat yang harus kembali ke dunia pertarungan demi menyelamatkan keluarganya dari lilitan utang sang kakak, Bilal. Film garapan sutradara Sidharta Tata ini dibintangi oleh Livi Ciananta, Derby Romero, Ismi Melinda, Abdurrahman Arif, dan sejumlah aktor lainnya.

(fbr/tia)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO