Di Balik Kembalinya RDJ sebagai Doctor Doom
Melalui wawancara eksklusif dengan Entertainment Weekly (18/4) di sela-sela perhelatan CinemaCon 2026, Kevin Feige dan Russo Brothers akhirnya membeberkan alasan serta proses di balik keputusan ekstrem untuk membawa kembali Robert Downey Jr. (RDJ) ke Marvel Cinematic Universe (MCU) sebagai Doctor Victor Von Doom.
Meskipun karakter Tony Stark telah tewas secara heroik dalam Avengers: Endgame (2019), Presiden Marvel Studios, Kevin Feige, mengungkapkan bahwa hubungan profesional maupun personal dengan Downey tidak pernah benar-benar berakhir.
"Kami tidak pernah putus kontak dengan Downey. Dia sudah mendarah daging dalam struktur MCU karena alasan yang jelas, dan kami sering berdiskusi tentang kapan, bagaimana, dan apakah ada kemungkinan untuk kembali," ujar Feige.
Ide untuk memperkenalkan Doctor Doom ke layar lebar muncul sekitar tiga setengah tahun yang lalu. Saat itu, Downey sedang berada di puncak kariernya menuju kemenangan Oscar lewat film Oppenheimer.
Feige merasa momen tersebut sangat tepat untuk memberikan tantangan baru bagi sang aktor.
"Kami berpikir, 'Inilah saatnya. Mari kita lakukan.' Ini adalah semesta kita. Ini adalah multiverse. Kita bisa melakukan apa pun yang kita mau. Dia memerankan pahlawan paling ikonik, sekarang biarkan dia memerankan penjahat paling ikonik," tambah Feige dengan antusias.
Sutradara Joe dan Anthony Russo, yang sukses mengarahkan film-film terbesar Marvel, kembali untuk menggarap Avengers: Doomsday. Mereka menekankan bahwa Doctor Doom bukan sekadar ancaman fisik, melainkan sosok dengan kekuatan yang hampir tak terbatas dan sangat kompleks.
Anthony Russo menjelaskan bahwa tantangan kreatif terbesar adalah menemukan sisi manusiawi di balik topeng besi tersebut:
"Kekuatannya begitu besar dan melampaui segalanya. Namun, hal itu justru membebaskan kami secara kreatif untuk mencari tahu di mana letak kompleksitas dan kerentanan karakter tersebut. Mereka mungkin memiliki kekuatan fisik yang tak terbatas, tapi ada sesuatu di dalam diri mereka yang rentan dan perlu dilindungi lebih dari fisik mereka sendiri."
Avengers: Doomsday dipastikan akan menjadi ajang pertemuan pahlawan dari tiga semesta yang berbeda. Mereka akan berada di jalur tabrakan mematikan saat menghadapi ancaman eksistensial yang belum pernah ditemui sebelumnya.
Salah satu momen paling mengejutkan dalam footage tersebut adalah adegan aksi yang menampilkan Simu Liu sebagai Shang-Chi yang terlibat duel sengit dengan Channing Tatum sebagai Gambit.
Kehadiran Tatum sebagai Gambit-karakter yang selama bertahun-tahun terjebak dalam masalah produksi-menandakan bahwa Marvel benar-benar memanfaatkan konsep Multiverse untuk mewujudkan fantasi para penggemar.
Tidak berhenti di situ, penonton juga diperlihatkan aksi mata-mata tingkat tinggi saat Mystique (Rebecca Romijn) dari semesta X-Men klasik bertarung melawan Yelena Belova (Florence Pugh). Pertemuan ini menunjukkan bahwa ancaman Doctor Doom telah merusak batas-batas realitas secara permanen.
Dengan ekspektasi box office global yang diperkirakan melampaui angka $2 miliar, Marvel Studios menggelontorkan investasi yang luar biasa besar.
Jika angka tersebut tercapai, itu setara dengan sekitar Rp31,5 triliun, menjadikannya salah satu produksi film termahal sekaligus paling potensial dalam sejarah sinema.
(ass/nu2)











































