Heboh Menhan AS Pete Hegseth Kutip Ayat Alkitab Palsu dari Pulp Fiction

Asep Syaifullah
|
detikPop
US Secretary of Defense Pete Hegseth holds a briefing amid the US-Israeli conflict with Iran, at the Pentagon in Washington, DC, March 2, 2026. (Reuters)
Foto: Reuters
Jakarta - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, tengah menjadi sorotan publik setelah kedapatan membacakan sebuah kutipan yang diklaim sebagai ayat Alkitab dalam sebuah acara ibadah resmi di Pentagon.

Namun, kutipan tersebut ternyata bukanlah ayat suci yang asli, melainkan dialog ikonik dari film klasik karya Quentin Tarantino, Pulp Fiction.

Dalam acara doa dan ibadah Kristen bulanan di Pentagon, Hegseth membacakan sebuah doa yang ia sebut sebagai "CSAR 25:17" (singkatan dari Combat Search and Rescue). Ia menyatakan bahwa doa tersebut merujuk pada ayat di Kitab Yehezkiel (Ezekiel) 25:17.

Kalimat tersebut hampir identik dengan monolog terkenal yang diucapkan oleh karakter Jules Winnfield (diperankan Samuel L. Jackson) dalam film Pulp Fiction (1994). Sebagai perbandingan, ayat Yehezkiel 25:17 yang asli di Alkitab jauh lebih pendek dan tidak mengandung kata-kata dramatis tentang "jalan orang benar" atau "tirani orang jahat" seperti yang ada di film.

Berdasarkan rekaman dari Defense Now (via Variety pada 17 April) Hegseth mengajak hadirin berdoa dengan membacakan teks berikut:

"Jalan penerbang yang jatuh dikepung di semua sisi oleh ketidakadilan dari orang-orang egois dan tirani dari orang-orang jahat. Diberkatilah ia yang atas nama kebersamaan dan tugas membimbing mereka yang hilang melalui lembah kegelapan, karena ia benar-benar penjaga saudaranya dan penemu anak-anak yang hilang. Dan Aku akan menghantammu dengan pembalasan yang besar dan kemarahan yang membara mereka yang mencoba menangkap dan menghancurkan saudaraku, dan kau akan tahu call sign-ku adalah Sandy 1 saat Aku menjatuhkan pembalasan-Ku kepadamu. Amin."

Teks yang dibacakan Hegseth merupakan adaptasi langsung dari monolog Samuel L. Jackson (karakter Jules Winnfield), namun dengan beberapa perubahan kunci untuk menyesuaikan dengan identitas unit militer:

Samuel L Jackson di Pulp Fiction (1994).Samuel L Jackson di Pulp Fiction (1994). Foto: Dok. Ist

The righteous man diganti menjadi The downed aviator, Charity and good will (amal dan niat baik) diganti menjadi "Camaraderie and duty" (kebersamaan dan tugas) dan "My name is the Lord"** (nama-Ku adalah Tuhan) diganti menjadi "My call sign is Sandy 1"(call sign-ku adalah Sandy 1).

Hegseth menjelaskan ia mendapatkan teks tersebut dari perencana misi "Sandy 1", unit yang baru-baru ini terlibat dalam misi penyelamatan pilot AS di Iran.

Ia berargumen kutipannya telah diadaptasi menjadi tradisi atau "doa khusus" bagi personel militer yang terlibat dalam misi pencarian dan penyelamatan tempur (*Combat Search and Rescue*).

Menanggapi kritik yang muncul, juru bicara Pentagon, Sean Parnell, membela Hegseth. Melalui akun media sosialnya, Parnell menyatakan bahwa doa tersebut memang merupakan "doa khusus CSAR" yang terinspirasi dari dialog dalam Pulp Fiction.

Parnell juga membantah bahwa Hegseth telah salah mengutip Alkitab, dengan alasan bahwa baik dialog film maupun doa militer tersebut pada dasarnya merupakan "refleksi" dari tema besar ayat Yehezkiel 25:17. Ia bahkan menyebut kritik yang beredar sebagai "berita bohong".

Insiden ini menambah panjang daftar kontroversi yang melibatkan Hegseth. Sebelumnya, ia sempat dikritik karena membandingkan wartawan dengan kaum Farisi (tokoh dalam Perjanjian Baru yang sering digambarkan sebagai penentang Yesus) saat konferensi pers.

Selain itu, ia juga menghadapi tekanan politik dari anggota parlemen terkait kinerjanya di Departemen Pertahanan. Meskipun bagi sebagian orang ini tampak seperti kesalahan kecil, bagi para kritikus, penggunaan dialog film fiksi dalam ibadah resmi kenegaraan dianggap mencerminkan kurangnya ketelitian dan pencampuran yang tidak tepat antara budaya pop dengan konteks keagamaan yang sakral.


(ass/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO