Kolaborasi Ilustrator Kelas Dunia di Ghost in the Cell
Dalam sesi tanya jawab bersama media, Joko Anwar mengungkapkan bahwa film ini merupakan showcase bagi talenta-talenta luar biasa Indonesia, termasuk para ilustrator yang selama ini sudah berkiprah di kancah internasional.
Joko menggandeng enam ilustrator yang karyanya pernah menghiasi proyek-proyek besar dunia seperti Marvel dan DC. Uniknya, setiap adegan kematian dalam film ini didesain secara spesifik oleh satu orang ilustrator untuk memberikan sentuhan seni yang mendalam.
"Kita kepengin Ghost in the Cell bisa menjadi showcase untuk semua orang-orang yang bertalenta di Indonesia, lintas profesi," jelas Joko.
Sisi akting juga tak kalah menantang. Morgan Oey dan Abimana Aryasatya membagikan pengalaman mereka saat mengeksekusi sebuah adegan aksi yang disebut sebagai Golden Scene.
Adegan tersebut merupakan satu rangkaian panjang yang mencakup 15 halaman skenario dan diambil dalam durasi sekitar 15 menit tanpa putus.
"Itu quite a challenge karena kita harus mix banyak hal. Nggak cuma fighting, tapi ada komedi dan dramanya juga," ungkap Morgan.
Abimana menambahkan bahwa melakukan fighting comedy jauh lebih sulit dibandingkan laga biasa. Menurutnya, aksi komedi membutuhkan ketepatan waktu dan ekspresi wajah yang komikal agar pesan lucunya sampai ke penonton tanpa menghilangkan intensitas adegannya.
Di sisi lain, aktor Aming yang memerankan karakter Tokek juga mencuri perhatian lewat eksplorasi karakternya yang dahsyat. Aming mengaku bahwa karakter yang ia mainkan merupakan hasil diskusi panjang dengan Joko Anwar lewat character sheet yang detail, serta ditambah dengan penggalian pengalaman pribadinya, termasuk trauma masa lalu.
"Seorang Joko Anwar itu kan tiap bikin karakterisasi terhadap sebuah karakter, dia tuh udah nyiapin ada yang namanya character sheet. Terus Abang juga terbuka untuk diskusi gimana caranya untuk nge-develop karakternya," ucapnya.
"Ada beberapa hal yang membuat karakternya semakin tegas, di mana itu juga sedikit banyak based on my personal experience. Salah satunya kayak summoning, kayak manggil trauma-trauma di masa lalu," jelasnya.
Ghost in the Cell dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan Ho Yuhang serta memperkenalkan Magistus Miftah.
(ass/aay)











































