Sharon Stone Sebut Adegan Seks Kini Terlalu Kasar dan Hilang Seninya

Asep Syaifullah
|
detikPop
Sharon Stone
Foto: dok. Vanity Fair
Jakarta - Aktris legendaris Sharon Stone kembali melontarkan kritik tajam yang menggetarkan industri hiburan Hollywood.

Dalam sebuah pernyataan terbaru dalam acara CBS (via Deadline pada 5 April), bintang utama Basic Instinct tersebut mengungkapkan kegeramannya terhadap cara serial televisi masa kini menggambarkan keintiman.

Stone menilai bahwa adegan seks di layar kaca saat ini telah bergeser menjadi sesuatu yang terlalu gamblang, kasar, dan kehilangan esensi estetika yang seharusnya menjadi nyawa dari sebuah karya sinematik.

Stone secara spesifik menyoroti perbedaan besar antara penggambaran seksualitas yang sensual dengan apa yang ia sebut sebagai adegan yang "blatant and harsh" (terang-terangan dan kasar).

Menurut aktris yang pernah mendefinisikan ulang standar kecantikan dan keberanian di era 90-an ini, industri televisi modern seolah kehilangan kemampuan untuk membangun ketegangan emosional atau suspense.

Alih-alih menggunakan pendekatan yang halus dan artistik, banyak produksi saat ini justru memilih jalan pintas dengan menampilkan aksi fisik yang sangat eksplisit tanpa landasan narasi yang kuat, yang menurutnya sering kali terasa dipaksakan dan tidak nyaman untuk disaksikan.

Lebih lanjut, Stone berargumen bahwa kekuatan sebuah adegan intim sebenarnya terletak pada apa yang tidak terlihat-pada tatapan mata, bahasa tubuh, dan koneksi psikologis antar karakter.

Ia merasa miris melihat tren televisi saat ini yang seolah-olah menganggap bahwa semakin vulgar sebuah adegan, maka semakin "berani" atau "realistis" karya tersebut.

"Sering kali, sekarang, ketika ada adegan seks di TV, saya langsung mempercepatnya (fast-forward). Saya tidak ingin melihatnya. Saya tidak mau harus menyaksikan semua seksualitas yang begitu gamblang dan kasar ini."

"Bagi saya, hal itu justru mencuri imajinasi saya sendiri. Dan saya lebih memilih rasa rindu, misteri, serta gairah saya sendiri. Saya ingin menjaga hal-hal itu tetap hidup di dalam diri saya," ungkapnya.

Baginya, pendekatan yang kasar dan tanpa filter ini justru merusak imajinasi penonton dan mereduksi peran aktor menjadi sekadar objek visual, bukan lagi sebagai penyampai emosi yang mendalam melalui seni peran yang berkelas.

Kritik Sharon Stone ini menjadi tamparan keras bagi para produser dan sutradara di era streaming yang sering kali menggunakan adegan seks eksplisit hanya demi memicu kontroversi atau menaikkan angka penayangan di media sosial.

Stone menegaskan bahwa sinema dan televisi seharusnya tetap menjadi media bercerita yang luhur. Ketika sebuah adegan intim ditampilkan secara brutal dan tanpa estetika, hal tersebut baginya bukan lagi sebuah pencapaian seni, melainkan bentuk kemalasan kreatif.

Melalui pernyataan beraninya ini, Stone mengajak para pembuat kebijakan di industri hiburan untuk kembali menghargai privasi, martabat aktor, dan keindahan dalam menggambarkan hubungan antarmanusia di layar kaca.


(ass/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO