Kolaborasi Quentin Tarantino dan Sylvester Stallone Garap Serial Gangster 1930-an

Asep Syaifullah
|
detikPop
BEVERLY HILLS, CALIFORNIA - JANUARY 05: Quentin Tarantino attends the 77th Annual Golden Globe Awards at The Beverly Hilton Hotel on January 05, 2020 in Beverly Hills, California. (Photo by Jon Kopaloff/Getty Images)
Foto: Jon Kopaloff/Getty Images
Jakarta - Dua nama besar yang selama puluhan tahun berjalan di jalur berbeda, Quentin Tarantino dan Sylvester Stallone, akhirnya resmi bersatu.

Kabar yang dilansir oleh TMZ (20/3/2026) ini menyebutkan keduanya tengah mengembangkan sebuah proyek serial orisinal yang sangat ambisius dan kental dengan nuansa nostalgia Golden Age Hollywood.

Bukan sekadar serial biasa, proyek ini direncanakan sebagai sebuah karya seni yang sangat autentik dan teknis. Proyek ini merupakan serial terbatas (limited series) yang terdiri dari 6 episode. Berlatar belakang tahun 1930-an, Tarantino dan Stallone sepakat untuk menghadirkan atmosfer yang benar-benar nyata.

Demi mencapai tingkat autentisitas maksimal, serial ini akan disyuting sepenuhnya dalam format hitam-putih dan menggunakan kamera asli dari era 1930-an.

Hal ini diprediksi akan memberikan tekstur visual yang kasar, berpasir, dan sangat berbeda dari standar digital modern saat ini.

Meskipun Sylvester Stallone dikenal sebagai bintang laga di depan layar, dalam proyek ini ia dikabarkan akan mengambil peran krusial sebagai sutradara pendamping bersama Tarantino.

Sumber menyebutkan bahwa Sly (panggilan akrab Stallone) kemungkinan besar tidak akan tampil sebagai aktor, melainkan fokus menyalurkan visinya di kursi sutradara.

Ini merupakan momen besar bagi Stallone, mengingat ia memiliki sejarah panjang dalam menyutradarai film-film berkarakter kuat, sementara Tarantino adalah maestro dalam dialog dan narasi kriminal.

Serial ini akan mengeksplorasi sisi gelap dan gemerlap Amerika pada masa Great Depression. Tema-tema yang akan diangkat meliputi:
* Dunia Kriminal: Kisah para gangster dan intrik di jalanan.
* Dunia Hiburan: Kehidupan para showgirls dan panggung musik era tersebut.
* Olahraga: Dunia tinju klasik yang menjadi salah satu minat besar baik bagi Tarantino maupun Stallone.

Kolaborasi ini dinilai sangat cocok karena keduanya memiliki kecintaan pada sejarah film. Tarantino sebelumnya pernah menyentuh era akhir 1930-an dalam Inglourious Basterds, sementara Stallone memulai debut penyutradaraannya melalui Paradise Alley (1978) yang berlatar belakang atmosfer serupa.

Hingga saat ini, proses pemilihan pemain (casting) masih dirahasiakan, tapi penggabungan visi liar Tarantino dengan gaya gritty Stallone sudah cukup untuk membuat proyek ini menjadi salah satu yang paling dinantikan di tahun ini.

(ass/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO