Heboh Timothee Chalamet Dihujat Gegara Ucapannya soal Balet

Asep Syaifullah
|
detikPop
NEW YORK, NEW YORK - DECEMBER 16: Timothée Chalamet and Nicole Flender attend an event attends A24s Marty Supreme New York Premiere on December 16, 2025 in New York City. (Photo by Theo Wargo/Getty Images)
Foto: Theo Wargo/Getty Images
Jakarta - Wah, Timothée Chalamet lagi kena "goreng" netizen nih. Padahal strategi marketing film terbarunya, Marty Supreme, lagi sukses-suksesnya. Tapi gara-gara video lama yang viral lagi, si "anak emas" Hollywood ini malah kena semprot.

Di video itu, Timmy lagi ngobrol bareng Matthew McConaughey buat acara Variety. Mereka ngebahas soal penonton zaman sekarang yang makin susah fokus dan apakah film-film bertempo lambat masih laku.

Timothée bilang kalau fans muda sebenarnya masih suka kok, terus dia kasih contoh film Frankenstein di Netflix.

Tapi, dia ngerasa kayak ada beban buat promosiin film sebagai sesuatu yang "serius" demi narik perhatian orang yang pengennya hiburan instan.

"Aku tuh ada di tengah-tengah, Matthew," kata Timothée. "Aku salut sama orang-orang-dan aku juga pernah ngelakuinnya-yang datang ke talk show terus bilang, 'Ayo dong, kita harus jaga bioskop tetap hidup, genre ini jangan sampai mati.' Tapi di sisi lain, aku ngerasa kalau emang orang pengen nonton, kayak fenomena 'Barbie' atau 'Oppenheimer', mereka pasti bakal datang sendiri dan bakal bangga banget nontonnya."

Nah, bagian yang bikin netizen (terutama pecinta seni klasik) ngamuk adalah pas dia bandingin film sama opera atau balet. Sambil ketawa, dia bilang:

"Aku nggak mau kerja di bidang balet atau opera yang suasananya kayak, 'Hei! Tolong dong jaga bidang ini tetap hidup, padahal sebenarnya udah nggak ada yang peduli lagi,'" candanya.

Sadar ucapannya bakal mancing keributan, dia langsung nambahin, "Sori ya buat orang-orang balet dan opera. Duh, kayaknya aku baru aja kehilangan beberapa fans, nih. Aku malah nyari masalah yang nggak perlu."

Bener aja, meski niatnya bercanda, banyak yang nganggep omongan Timmy ini sombong dan nggak menghargai bentuk seni lain yang menurut mereka justru jauh lebih "hidup" daripada yang dia bayangkan!

Berbagai institusi ternama seperti Metropolitan Opera dan Royal Ballet bahkan merespons dengan mengunggah bukti tiket yang laku keras (sold out), sembari menyindir balik sang aktor.

Menanggapi hal tersebut, kritikus film Angelica Jade Bastién menulis sebuah esai tajam di Vulture berjudul "Film Is in Its Own Crisis, Timothée". Bastién menilai bahwa Chalamet mungkin tidak menyadari ironi di balik ucapannya.

Menurut Bastién, Chalamet sedang menunjukkan kecemasan yang sebenarnya juga menghantui industri film saat ini. Industri perfilman, tempat Chalamet bernaung, justru sedang berjuang melawan krisis identitas, ketergantungan pada sekuel, dan penurunan jumlah penonton bioskop yang signifikan.

Artikel tersebut menyoroti bagaimana Chalamet, yang sering dianggap sebagai representasi "aktor serius" generasi baru, justru terjebak dalam pola pikir yang mengabaikan sejarah seni.

"Chalamet mungkin tidak menyadarinya, tetapi dia sedang mengekspresikan ketakutan yang tidak diakui oleh rekan-rekan sebayanya. Ada kecemasan cerdik di balik kekacauan publik yang ia buat."

Kritik ini menekankan bahwa film pun-jika tidak berhati-hati-bisa berakhir menjadi medium yang "tidak dipedulikan" orang jika terus-menerus mengandalkan pemasaran yang dangkal dan kehilangan esensi seninya.

Tak tinggal diam, dunia opera dan balet justru menggunakan momentum ini untuk promosi. Beberapa gedung pertunjukan menawarkan kode diskon menggunakan nama "CHALAMET" sebagai bentuk protes kreatif sekaligus undangan agar sang aktor datang dan melihat sendiri bahwa masih banyak orang yang peduli dengan seni tersebut.

Nggak cuma kritikus film, para pegiat seni panggung juga langsung "nyamber" omongan Timothée ini. Mereka nggak terima kalau balet dan opera dibilang bidang yang "nggak ada yang peduli lagi."

Penyanyi opera asal Kanada, Deepa Johnny, menyebut pendapat Timmy itu sangat mengecewakan. Menurutnya, keajaiban teater langsung, balet, dan opera itu nggak ada tandingannya.

"Harusnya kita itu saling dukung antar lintas disiplin seni, bukannya malah saling menjatuhkan," tegas Deepa.

Senada dengan itu, penyanyi opera asal Irlandia, Seán Tester, juga curhat lewat Instagram-nya. Dia bilang kalau omongan Timothée itu adalah jenis pemikiran yang sempit karena menyamakan "popularitas" dengan "nilai budaya." Baginya, balet dan opera itu bukan barang antik yang sudah ketinggalan zaman.

"Ini adalah seni yang 'hidup', selalu berkembang, dan terus diinterpretasikan ulang," tulis Seán. "Aneh banget kalau artis dengan pengaruh global kayak dia malah menganggap opera dan balet itu nggak relevan. Padahal, seni-seni ini sudah bertahan melewati berbagai perang."

Seán juga ngasih "sentilan" halus tapi telak buat si pemeran Dune ini:

"Bilang kalau bentuk seni ini nggak relevan itu sebenarnya nggak menjelaskan apa-apa soal seninya, tapi malah menunjukkan seberapa sedikit waktu yang dihabiskan orang itu buat benar-benar merasakannya secara langsung."

Duh, kena mental nggak tuh si Timmy? Intinya, para seniman ini mau bilang kalau cuma karena sesuatu nggak "trending" di TikTok, bukan berarti hal itu nggak bernilai atau sudah mati.


(ass/tia)

TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO