Sinopsis:
Film animasi terbaru Pixar lagi-lagi menceritakan binatang yang bisa berbicara. Dalam Hoppers, ada twist baru dari formula yang generik ini: binatang ini bisa dimengerti manusia ketika manusianya masuk ke dalam tubuh robot binatang.
Bayangkan film Avatar-nya James Cameron dan ganti suku Na'vi dengan berang-berang maka kamu akan mendapatkan premis utama film ini.
Tokoh utamanya adalah Mabel Tanaka (disuarakan oleh Piper Curda sebagai Mabel dewasa dan Lila Liu sebagai Mabel kecil), seorang remaja 19 tahun yang lebih fokus dengan lingkungan di sekitar rumah neneknya dari apa pun yang ada di dunia ini.
Kuliah? Tidak penting. Yang penting adalah alam di sekitar rumah neneknya tidak tersentuh. Masalah terjadi ketika Mabel menemukan bahwa satwa liar di sekitar rumah neneknya menghilang.
Baca juga: The Bride! Ini Dia Istrinya Frankenstein |
Alasannya jelas: Jerry (disuarakan oleh Jon Hamm), walikota yang sedang kampanye untuk pemilu berikutnya, sedang membangun flyover. Tentu saja untuk membangun jalan ini mereka harus "mengusir" satwa liar setempat.
Mabel yang marah mencoba segala cara untuk menghentikan Jerry tapi ia menemukan jalan buntu. Sampai ia menemukan dosennya sedang mengerjakan sebuah misi rahasia bernama "Hoppers" dimana manusia bisa masuk ke dalam tubuh binatang.
Mabel pun akhirnya masuk ke dalam tubuh berang-berang dengan seenaknya dan mulailah program kebut semalam untuk mengembalikan satwa-satwa ini ke habitat semula.
Review:
Jika kita berbicara tentang animasi karya Pixar Studios, kita bicara tentang kemampuan yang luar biasa dalam bercerita. Film-film Pixar tidak sekedar menghibur, mereka selalu mempunyai kemampuan untuk membuat penontonnya tenggelam dalam kisahnya.
Dari mainan yang punya petualangan sendiri dalam Toy Story, ikan yang mencari anaknya di Finding Nemo, robot pembersih sampah yang kesepian dalam WALL-E, anak kecil yang masuk ke dunia arwah dalam Coco sampai drama keluarga berkedok film superhero dalam The Incredibles-tangan emas Pixar selalu menunjukkan bahwa mereka adalah yang terbaik.
Secara presentasi, Hoppers memang masih menunjukkan kemampuannya yang luar biasa. Dari dedaunan sampai bulu-bulu di permukaan tubuh hewan yang ada di film ini, semuanya disajikan dengan ketelitian yang luar biasa.
Hoppers terlihat menggemaskan-jangan kaget kalau merchandise-nya akan menjadi incaran banyak orang-sekaligus indah dipandang. Tapi sayangnya dari segi cerita, Hoppers tidak sekeren film-film yang saya sebut tadi.
Ditulis oleh Jesse Andrews-dengan cerita dari sutradara Daniel Chong- Hoppers memang memulainya dari cara yang sama: eksploitasi emosi. Ini adalah cara yang paling mudah dan biasanya selalu berhasil. Seperti pembukaan Up atau Finding Nemo, film ini dimulai dengan koneksi sebelum akhirnya koneksi itu menghilang.
Baca juga: Scream 7: Ghostface Yang Mulai Basi |
Mabel digambarkan tidak memiliki kedekatan dengan orang tuanya. Sumber kebahagiaannya adalah dari sang nenek dan hal ini-lah yang menyebabkan dia begitu ngoyo untuk menjaga satwa liar.
Sayangnya tidak seperti Up atau Finding Nemo, perjalanan Mabel dalam mengerjakan misinya tidak diwarnai oleh petualangan yang seru atau perjalanan emosi yang kuat. Tidak ada satu pun yang baru dalam Hoppers.
Petualangan Mabel sebagai berang-berang-dari pertama kali bertemu dengan ketua berang-berang, George (disuarakan oleh Bobby Moynihan) sampai momen klimaks yang menghebohkan dan melibatkan berbagai jenis satwa liar-terasa seperti déjà vu. Kita pernah menyaksikan cerita jenis ini sebelumnya. Yang juga membuat Hoppers tidak terasa begitu mengikat adalah tone yang kurang begitu konsisten.
Film ini dimulai dengan rasa yang hangat dengan nuansa realis. Saat Mabel menjadi berang-berang, tone-nya memang menjadi lebih liar dan serampangan-terutama dalam segi penyampaian komedinya-tapi nuansanya tetap masih grounded. Setengah jam terakhir, Hoppers berubah liar sekali.
Humornya menjadi semakin hiperbola yang akhirnya melahirkan adegan-adegan yang sensasional. Sebenarnya saat Hoppers masuk teritori "gila" ini, film ini memang menjadi lebih menarik. Kejutan yang ditawarkan rasanya tidak terduga.
Tapi karena kemunculannya terasa tiba-tiba, humor yang liar ini jadi terasa agak aneh. Hoppers memang masih bisa dinikmati-dan saya yakin anak-anak akan menyukai film ini-tapi sebagai ukuran film Pixar, film ini tidak mempunyai kedalaman cerita seperti teman-teman binatangnya yang lain.
Simak Video "Video: Reaksi Penonton Setelah Lihat Film Zootopia 2"
(ass/ass)