Sutradara Zack Snyder kembali memicu pembicaraan hangat setelah memberikan pembelaan keras terhadap basis penggemarnya yang sering dicap "toksik" oleh media dan netizen.
Dalam wawancara terbaru (via Variety pada 1 Maret) memperingati 10 tahun film Batman v Superman: Dawn of Justice, Snyder tak segan menggunakan kata-kata kasar untuk membela loyalisnya.
Snyder menyoroti di balik reputasi agresif mereka di media sosial, komunitas penggemarnya telah melakukan banyak kebaikan nyata yang sering diabaikan.
Ia merujuk pada penggalangan dana sebesar $1,1 juta yang berhasil dikumpulkan oleh para penggemar untuk yayasan pencegahan bunuh diri (American Foundation for Suicide Prevention).
Baca juga: Jason Momoa Soal Lobo dan Masa Depan di DCEU |
"Mereka telah menyelamatkan nyawa manusia secara nyata. Jadi, terserah kalian aja jika masih menganggap penggemar saya toksik," tegas Snyder.
Selain merefleksikan kembali film Batman v Superman yang rilis pada 2016. Ia mengakui bahwa film tersebut memang sengaja dibuat dengan pendekatan yang tajam dan tidak kompromistis terhadap selera pasar umum atau hasil riset focus group.
"Apakah kalian benar-benar menginginkan film yang sudut-sudut tajamnya telah dipangkas oleh rapat direksi atau grup riset?" tanyanya.
Menurutnya, Batman v Superman adalah sebuah karya yang memiliki integritas artistik karena berani mengambil risiko, termasuk adegan perkelahian Batman dan Superman yang sempat dipermasalahkan oleh pihak MPAA karena dianggap terlalu brutal untuk rating PG-13.
Meskipun terus membela visi "Snyderverse" miliknya, Snyder menyatakan bahwa ia tidak memiliki dendam terhadap arah baru DC di bawah kendali James Gunn.
Ia menyebut trilogi garapannya (Man of Steel, BvS, Justice League) sebagai "tanaman liar yang tidak akan mati" dan akan terus memiliki jalannya sendiri, tanpa harus mengganggu proyek Superman baru garapan Gunn.
Simak Video "Pertarungan Intens di Trailer 'Rebel Moon-Part Two: The Scargiver'"
(ass/tia)