Janur Ireng: Sewu Dino Siap Menghantui Pasar Internasional

Asep Syaifullah
|
detikPop
Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel (2025).
Foto: Dok. MD Pictures
Jakarta - Dunia perfilman horor Indonesia kembali mencatatkan prestasi di kancah global. EST N8, perusahaan produksi dan penjualan internasional, resmi mengakuisisi hak distribusi dunia untuk film "Janur Ireng: Sewu Dino the Prequel".

Kesepakatan besar ini diumumkan dalam ajang bergengsi European Film Market (EFM) di Berlin. Film yang disutradarai oleh Kimo Stamboel ini merupakan prekuel dari film blockbuster Asia Tenggara, "Sewu Dino".

Pihak EST N8 menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk membawa horor Indonesia ke penonton yang lebih luas.

"Kami sangat senang dapat melanjutkan kolaborasi dengan talenta genre top Indonesia dan memperluas semesta Sewu Dino untuk pasar global. Kimo Stamboel adalah salah satu sutradara horor paling dinamis saat ini," ujar perwakilan EST N8 seperti dilansir Variety, dikutip Senin (16/2/2026).

Daftar film yang sedang dijual oleh EST N8 saat ini meliputi drama menegangkan berbahasa Inggris "Dear Stranger" yang menampilkan para pemeran dari "Drive My Car," film horor "The Invisible Half," "The Hole," "Pabrik Gula," "Sorop," "Hutang Nyawa," dan "Perewangan," film thriller karya Kongkiat Komesiri "Delivery Man," film aksi Korea pemenang penghargaan sutradara terbaik Fantasia "Mash Ville," film thriller horor Korea "Chabak," dan film thriller berbahasa Kanton "Tape," yang diadaptasi dari film Sundance karya Richard Linklater.

Diproduksi oleh MD Pictures, "Janur Ireng" menggali lebih dalam asal-usul kutukan supernatural yang menjadi inti dari franchise tersebut.

Berlatar beberapa tahun sebelum peristiwa di film pertama, ceritanya berfokus pada ritual gelap, kekuatan kuno, dan pengorbanan manusia yang membangkitkan entitas mengerikan di tanah Jawa. Di Indonesia sendiri, film ini telah tayang perdana pada 24 Desember 2025 dan kini siap diperkenalkan kepada pembeli internasional di EFM.

Kimo Stamboel kembali membuktikan taringnya sebagai salah satu sutradara horor paling dinamis saat ini. Rekam jejaknya melalui karya seperti "The Queen of Black Magic", "Headshot", hingga "Dancing Village: The Curse Begins" (produksi IMAX pertama di Asia Tenggara) telah memperkuat reputasinya di mata global.

Manoj Punjabi, CEO MD Pictures, terus membawa standar baru bagi industri film tanah air. Sebagai perusahaan film pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia, MD Pictures konsisten menghasilkan konten yang mendominasi pasar, termasuk "KKN di Desa Penari" yang memegang rekor film horor terlaris sepanjang masa di Indonesia.

Film ini dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Marthino Lio, Nyimas Ratu Rafa, Tora Sudiro, dan Rio Dewanto. Ceritanya mengikuti perjalanan kakak beradik Sabdo dan Intan yang terjerat dalam intrik gelap keluarga Kuncoro.

Di tengah kemiskinan, mereka dijanjikan kekayaan, namun ternyata justru menjadi tumbal dalam pusaran santet paling mematikan di tanah Jawa: Janur Ireng.

Dengan visual yang intens dan atmosfer mistik yang kental, "Janur Ireng" diharapkan dapat memenuhi ekspektasi penggemar horor internasional yang mencari mitologi unik dan skala produksi yang megah.


(ass/wes)

TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO