Trailer Pelangi di Mars Curi Perhatian, Film Anak Dibalut Fiksi Ilmiah
Trailer film ini masuk jajaran trending kategori film di YouTube. Hal ini menandai besarnya perhatian masyarakat terhadap karya anak bangsa tersebut.
Hingga saat ini, trailer Pelangi di Mars telah ditonton lebih dari 280 ribu kali, mendapatkan lebih dari 6 ribu tanda suka, serta dibanjiri lebih dari 2.000 komentar.
Sejumlah tokoh perfilman hingga pejabat negara turut memberikan apresiasi dan dukungan mereka secara terbuka di kolom komentar.
Salah satunya datang dari sutradara ternama Indonesia, Hanung Bramantyo, yang mengungkapkan kekagumannya dengan penuh semangat. "BAGUS SEKALI!!!! Wohoooo," tulisnya melalui akun Instagram @hanungbramantyo.
Apresiasi juga disampaikan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar. Ia menilai kualitas visual film ini menunjukkan standar baru bagi animasi dan film Indonesia."The standard of Indonesia's animation," melalui akun @irene_umar.
Dukungan serupa datang dari Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia, Isyana Bagoes Oka, yang mengungkapkan kekagumannya secara spontan."Ya ampun bagusnyaaaa," tulis akun @isyanabagoesoka.
Upie Guava,sutradara Pelangi di Mars mengatakan dirinya membawa satu gagasan untuk anak-anak Indonesia yang butuh ruang untuk berimajinasi. Upie bicara dari sudut pandang sebagai orang tua, film anak dipilih untuk membangkitkan semangat dan rasa penasaran anak-anak.
"Kami tuh ngerasa, kami ini punya anak kecil, ngerasa bahwa kita tuh belum punya banyak pilihan untuk bicara soal anak kecil, literasi film anak, yang ngebangkitin semangat, petualangan," kata Upie Guava di Menteng, Jakarta, kemarin.
"Saya tumbuh dengan Thanos, tumbuh dengan Back to the Future, tumbuh dengan Tintin, komik. Jadi (waktu) kita masih kecil tuh kayak merasa menjadi orang dewasa itu tentang petualangan, menjelajah gitu. Buat saya tuh bangsa ini, bangsa yang besar itu tuh adalah (dari) mimpi anak-anaknya gitu," sambungnya.
Masuknya trailer Pelangi di Mars ke dalam daftar trending menjadi sinyal kuat bahwa film ini berhasil membangkitkan rasa penasaran terhadap karya fiksi ilmiah produksi Indonesia. Respons positif ini menegaskan film karya Mahakarya Pictures ini dipandang sebagai salah satu karya yang berpotensi mendorong perkembangan standar perfilman nasional.
(pus/aay)











































