Emerald Fennell Ngaku Pernah Diminta Lepas Celana Dalam saat Syuting
Sebelum sukses besar lewat film Saltburn dan Promising Young Woman, Emerald Fennell ternyata pernah menjadi korban perilaku gak senonoh dari seorang sutradara di lokasi syuting.
Hadir dalam podcast Happy Sad Confused milik Josh Horowitz, bintang serial The Crown ini ditanya soal instruksi atau catatan terburuk yang pernah ia terima dari seorang sutradara sepanjang kariernya. Tanpa basa-basi, Emerald Fennell memberikan jawaban yang bikin host langsung melongo.
"Bisakah kamu melepas celana dalammu dan biarkan aku merekam dari bawah rokmu?" ungkap Emerald Fennell menirukan ucapan sutradara tersebut.
Josh Horowitz yang terkejut sempat menanyakan bagaimana reaksi Emerald Fennell saat itu. Dengan singkat, sutradara berusia 39 tahun ini menjelaskan situasinya sama sekali tidak menyenangkan.
"Gak bagus," jawabnya dengan singkat.
Emerald Fennell menegaskan kejadian itu belum lama berlalu, mengingat ia aktif berakting di era 2010-an. Baginya, hal ini adalah cerminan pahit dari realita dunia hiburan yang sebenarnya. Ia bukan satu-satunya yang buka suara. Margot Robbie yang bekerja bersamanya di Wuthering Heights, juga sempat curhat soal perilaku buruk aktor pria di awal kariernya.
Margot Robbie mengaku pernah diberi buku tentang cara menurunkan berat badan oleh seorang rekan kerja pria. Ia pun merasa sangat tersinggung dengan tindakan tersebut.
"Di awal karier saya, seorang aktor pria memberi saya buku berjudul French Women Don't Get Fat. Intinya buku itu menyuruh saya makan lebih sedikit. Saya langsung merasa, wah, bajingan kamu!" terang Margot Robbie.
Sebagai sutradara yang sering mengangkat isu pelecehan seksual, Emerald Fennell merasa harus ada gerakan untuk mengubah budaya di Hollywood. Ia mengenang betapa sulitnya menjadi aktris di masa lalu karena tuntutan telanjang yang dianggap sebagai standar profesionalisme.
"Saat kami berdua memulai karier sebagai aktor, ada ekspektasi soal ketelanjangan. Hampir setiap tawaran yang datang ke saya pasti ada adegan telanjangnya. Jika kita keberatan atau mempertanyakannya, kita dianggap kuno dan tidak profesional," curhat Emerald Fennell.
Emerald Fennell juga sangat geram dengan pola pikir masyarakat yang masih sering menyalahkan korban dalam kasus kekerasan seksual. Baginya, rasa malu seharusnya ditujukan kepada pelaku, bukan korban.
"Tidak ada kejahatan lain di mana kita melimpahkan tanggung jawabnya kepada korban. Itu konyol dan benar-benar tidak bisa diterima," pungkasnya.
(ahs/ass)











































