Return to Silent Hill: Selami Labirin Duka dan Trauma Pribadi
Return to Silent Hill bukanlah sekadar film horor biasa, ini adalah sebuah undangan untuk menghadapi mimpi buruk personal yang terwujud nyata.
Film ini berpusat kepada James (Jeremy Irvine), seorang pria yang terperangkap dalam duka tak berkesudahan setelah kehilangan cinta sejatinya, Mary.
Hidupnya yang kosong tiba-tiba terusik oleh sepucuk surat misterius dari Mary yang memanggilnya kembali ke Silent Hill, sebuah kota yang diselimuti kabut tebal dan kenangan pahit. Didorong oleh harapan yang mustahil, James nekat kembali, hanya untuk menemukan bahwa kota itu telah berubah menjadi neraka pribadinya.
Baca juga: 8 Film Stephen Chow Paling Laris |
Di sini, Silent Hill bukan lagi sekadar lokasi. Kota ini bernapas dengan rasa bersalah James, dan setiap lorongnya yang gelap melahirkan monster-monster mengerikan yang merupakan cerminan dari jiwa yang tersiksa.
Christophe Gans menerjemahkan horor psikologis dari video game ke layar lebar. Ketakutan yang dibangun bukanlah berasal dari jumpscare tiba-tiba, melainkan dari atmosfer padat yang merayap perlahan.
Jeremy Irvine memikul beban emosional film ini dengan penampilan yang rapuh namun kuat, menggambarkan seorang pria di ambang kehancuran.
"Fim ini adalah pengalaman emosional dan psikologis yang sangat kuat dan mengajak penonton tenggelam dalam konflik batin karakternya," kata Direktur KlikFilm, Frederica, dalam keterangan resminya, Selasa (27/1/2026).
Film Return to Silent Hill akan menghantui bioskop-bioskop di seluruh Indonesia mulai 28 Januari 2026.
(ahs/mau)











































