Sam Raimi Tutup Pintu Buat Spider-Man 4, Giliran Tom Holland
Dalam wawancara terbaru yang dikutip oleh MovieWeb (25/1) sutradara ikonik tersebut secara tegas menyatakan bahwa ia tidak tertarik untuk kembali menggarap Spider-Man 4 yang dibintangi oleh Tobey Maguire.
Meskipun tren film multiverse sedang marak dan kembalinya Tobey Maguire dalam No Way Home sempat memicu antusiasme luar biasa, Raimi merasa kisah versinya sudah selesai pada waktunya.
Sam Raimi menjelaskan bahwa alasannya bukan karena masalah teknis atau jadwal, melainkan rasa hormat terhadap arah yang diambil waralaba ini sekarang.
Baca juga: 10 Film Paling Ditunggu di 2026 |
Ia merasa perannya sebagai sutradara Spider-Man adalah bagian dari masa lalu yang indah, namun sudah saatnya beralih ke generasi baru.
"Peter Parker dan MJ versi saya sudah pergi ke tempat lain. Rasanya tidak benar bagi saya untuk kembali dan mencoba menghidupkan kembali versi cerita saya tersebut," ujar Raimi.
Ia mengibaratkan perannya seperti membawa obor dalam lari estafet.
"Setelah tiga film saya, saya menyerahkan obor itu kepada orang lain. Saya pikir mereka harus terus berlari dengan alur cerita dan penonton yang sekarang mengikuti pembawa obor tersebut (Tom Holland)."
Alih-alih ingin merebut kembali takhtanya, Raimi justru memberikan pujian tinggi kepada interpretasi Tom Holland sebagai sang pahlawan laba-laba.
Menurutnya, penonton saat ini sudah sangat terikat dengan perjalanan Peter Parker versi MCU, dan ia tidak ingin merusak narasi yang sedang berjalan dengan menghadirkan kembali visinya yang sudah berusia 20 tahun.
Baca juga: 14 Film Terbaru Tayang 2026 |
Meski Sam Raimi secara pribadi sudah tidak tertarik menyutradarai film solo keempat untuk Tobey Maguire, hal ini bukan berarti Peter Parker versi original tersebut akan hilang sepenuhnya.
Rumor kuat masih beredar bahwa Tobey Maguire (bersama Andrew Garfield) akan kembali muncul sebagai kameo penting dalam proyek besar Marvel mendatang, seperti Avengers: Doomsday atau Avengers: Secret Wars.
Bagi para penggemar setia trilogi Raimi, berita ini mungkin mengecewakan. Namun, sikap Raimi yang memilih untuk membiarkan karyanya menjadi warisan yang utuh tanpa harus memaksakan sekuel "nostalgia" dianggap sebagai langkah yang elegan di tengah industri film yang kini dipenuhi oleh remake dan reboot.
(ass/dar)











































