James Cameron Sebut Budget Avatar 4 & 5 Lebih Kecil: Industri Lesu
Meskipun James Cameron dikenal sebagai sutradara yang tidak pernah gagal mencetak miliaran dolar, tapi ada tantangan besar yang menanti di Avatar 4 dan Avatar 5.
Masalah utamanya sederhana tapi pelik: Uang. Dengan biaya produksi yang diperkirakan mencapai $350 juta hingga $400 juta per film, saga Avatar dituntut untuk selalu menjadi film terlaris sepanjang masa hanya untuk balik modal.
Situasi ini semakin menarik perhatian karena James Cameron baru saja mengonfirmasi keterlibatan aktris peraih Oscar, Michelle Yeoh, yang dipastikan bakal menambah "beban" gaji pemain di film-film mendatang.
Kabar bergabungnya Michelle Yeoh memang disambut antusias oleh fans. Namun, bagi studio, kehadiran bintang papan atas seperti Yeoh berarti ada biaya tambahan yang harus dikelola.
"Michelle [Yeoh] sudah pasti akan ada di film ke-4, jika kami jadi membuat film ke-4. Masalahnya begini: industri film sedang lesu saat ini. Avatar 3 memakan biaya yang sangat besar. Kami harus meraih hasil yang bagus agar bisa lanjut," ucapnya dalam wawancara dengan TVBS News.
"Kami harus sukses, dan kami perlu memikirkan cara bagaimana membuat film-film Avatar dengan biaya yang lebih murah agar bisa terus berlanjut. Jika kami lanjut dan membuat yang ke-4, kami juga akan mengerjakan film ke-4 dan ke-5 secara bersamaan."
"Jadi, kami mengerjakan yang ke-2 dan ke-3 bersama-sama sebagai satu cerita besar. Lalu film ke-4 dan ke-5 adalah cerita besar lainnya. Dan Michelle akan ada di film ke-4 dan ke-5. Dia akan memerankan karakter performance capture. Nama karakternya adalah Paktu'eylat. Dia akan menjadi seorang Na'vi."
Ini artinya kita akan melihat Michelle Yeoh bertransformasi total menjadi penduduk asli Pandora yang kemungkinan besar memiliki peran kunci dalam konflik besar di film ke-4 dan ke-5 nanti.
Ucapan ini juga menunjukkan betapa besarnya tekanan yang ada di pundak Cameron. Jika Avatar: Fire and Ash (film ketiga) tidak meledak sehebat pendahulunya, maka Avatar 4 dan 5 mau tidak mau harus diproduksi dengan cara yang lebih efisien.
Meski dituntut lebih irit, bergabungnya Michelle Yeoh dianggap sebagai langkah strategis yang cerdas. Yeoh memiliki daya tarik internasional yang sangat kuat, terutama di pasar Asia, yang bisa membantu mengamankan posisi box office global.
Tantangan bagi Cameron sekarang adalah bagaimana tetap memberikan pengalaman sinematik yang revolusioner tanpa harus "membakar" uang studio terlalu banyak.
Pasalnya, penonton zaman sekarang mulai jenuh dengan CGI yang berlebihan dan lebih menginginkan cerita yang kuat.
Bagi Cameron, teknologi memang jadi salah satu elemen penting di setiap filmnya dan tentunya akan butuh uang yang besar untuk mengakomodir shot-shot menakjubkan seperti di film-film sebelumnya.
(ass/nu2)











































