Ajil Ditto Punya Resolusi Baru di 2026, Incar Jadi Sutradara dan Produser
"Satu resolusi yang gak pernah berubah tuh semoga tahun depan lebih baik dari tahun sebelumnya. Itu sudah pasti, harapan semua orang. Apalagi ya, mungkin nambah rumah, nambah mobil, berangkat Umrah lagi, terus sama, resolusi punya proyek baru tapi bukan sebagai aktor," kata Ajil Ditto saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, kemarin.
Ajil mengungkapkan ketertarikannya untuk terjun sebagai sutradara maupun produser. Keinginan tersebut, menurutnya, sudah muncul sejak beberapa tahun terakhir, namun ia masih ingin memantapkan kondisi finansial sebelum benar-benar melangkah.
"Sebenarnya memang kepengin itu tuh sudah dari lama. Dua tiga tahun belakangan mungkin ya. Tapi masih ngerasa kayaknya gue cari uang dulu nih, syuting-syuting dulu nih, baru nanti ketika sudah mulai aman barulah gue coba jadi director atau jadi produser," bebernya.
Saat ditanya mengenai jenis film yang ingin ia garap, Ajil menyebut drama sebagai pilihan utama. Meskipun begitu, pengalaman terlibat dalam film Believe justru membuatnya tertarik menjajal genre aksi.
"Drama deh. Drama saja. Tapi gara-gara 'Believe' kemarin, tiba-tiba pengen jadi director action. Director untuk film action kayaknya seru deh," ujarnya.
Namun, Ajil menegaskan tidak ingin terburu-buru menyutradarai film panjang.
Ia berencana memulai dari proyek-proyek kecil seperti film pendek atau serial pendek di platform digital. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk membangun portofolio dan meminimalkan risiko kegagalan.
"Mau step by step karena gak mau ngerusak porto ibaratnya gitu. Takutnya sekali nge-direct langsung film panjang, ternyata flop, porto gue jelek. Mendingan gue bikin dari kecil-kecil dulu, jadi kalau ada kesalahan itu belajar," ungkapnya.
Pada musim liburan awal tahun Ajil mengaku tidak memiliki rencana liburan khusus. Ia memilih fokus pada proyek film yang sedang dijalani dan merayakan tahun baru secara sederhana bersama teman-temannya.
Baca juga: Believe dan Beragam Konflik Seorang Prajurit |
"Fokus proyek ini dulu, terus kayaknya tahun baruan sama teman-teman saja di kafe teman. Sudah paling enak, gitu doang," kata Ajil.
Ia juga menyebut adanya proyek yang akan berjalan di awal Januari membuatnya mengurungkan niat untuk berlibur.
"Daripada gue ngeluarin duit, mendingan gue dapat duit nih, dapat proyek kan," tambahnya.
Soal kebiasaan merayakan tahun baru, Ajil mengaku hampir selalu berada di Jakarta atau sekitarnya. Ia justru menikmati suasana ibu kota yang lengang saat libur panjang.
"Justru dekat-dekat Jakarta mau tahun baru sama Lebaran tuh impian gue sebenarnya. Jalanan tuh plong, kosong melompong, ke mana-mana jadi dekat," tuturnya.
(fbr/tia)











































