Stray Kids Putuskan Gak Kirim Karya Buat Grammy 2027

Atmi Ahsani Yusron
|
detikPop
Stray Kids
Foto: dok. JYP Entertainment
Jakarta - Ada update dari keputusan BTS buat boikot Grammy dengan gak kirim karya mereka sebagai pertimbangan nominasi Grammy 2027. Kini terungkap kalau Stray Kids juga memilih melakukan hal yang sama.

Sports Kyunghyang melaporkan, dilansir Minggu (4/10/2026), Stray Kids gak mengirimkan karya mereka ke komite Grammy sampai deadline 21 Agustus. Berarti boyband terpopuler JYP Entertainment itu menarik diri dari kesempatan nominasi dan voting.

JYP kemudian memberikan pernyataan resminya. Sayang, gak dijelaskan alasan kenapa Stray Kids memilih untuk gak menggunakan privilege mereka buat Grammy 2027.

Sebab, Recording Academy sudah resmi mengundang 8 member Stray Kids sebagai voting member tahun ini. Menjadikan mereka punya suara untuk menentukan nominasi dan pemenang Grammy 2027.

"Stray Kids tidak mengirimkan karya apapun ke Grammy," kata JYP singkat.

Manajemen juga bungkam soal keterkaitan antara keputusan Stray Kids buat gak kirim karya dengan peluncuran kategori Asian Pop yang kontroversial. Kategori baru itu juga jadi alasan BTS buat boikot.

Agustus lalu, aksi BTS boikot Grammy jadi sorotan. Banyak pakar yang menilai keputusan mereka akan sangat berimbas besar ke industri dan keputusan agensi lain, termasuk para voting members, buat berpartisipasi.

Boikot BTS bikin manajemen K-Pop gak berani mengungkapkan keputusan mereka buat kirim karya ke Grammy. Sampai jelang deadline Agustus lalu, gak satu pun agensi K-Pop bersuara soal kirim karya.

Setelah lewat lebih dari sebulan, JYP baru berani bicara mengenai keputusan mereka. Meski manajemen memilih gak mau membahas secara detail alasannya apakah memang karena kategori Asian Pop atau solidaritas ke BTS.

BTS mengkritik Grammy yang mengkotak-kotakan musik Asia lewat kategori barunya. Mereka berpendirian bahwa musik harusnya dinikmati tanpa dibeda-bedakan berdasarkan wilayah.

Kritik BTS sampai ke CEO Grammy Harvey Mason Jr. dan dia beberapa kali memberikan klarifikasi. Hingga pada pertengahan Agustus, si CEO kembali menegaskan bahwa organisasi Grammy inklusif, dan akan melakukan perbaikan terhadap kategori Asian Pop yang dinilai bermasalah.

"Ada sejumlah seniman di bidang ini yang merasa bahwa kategori tersebut tidak merepresentasikan musik yang telah mereka ciptakan dengan susah payah sebagaimana yang mereka harapkan. Sebagai sesama musisi, saya sangat memahami dan menanggapi hal itu dengan serius," katanya kala itu.

(aay/ass)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO