Rating Four Hands, Two Sonatas Jelang Tamat Malam Ini Masih Gacor
Biasanya, rating drama Korea di channel TV kabel seperti tvN di Sabtu malam lebih rendah dari perolehan Minggu malam. Pekan lalu, Four Hands, Two Sonatas memecahkan rekor rating Sabtu tertingginya di angka 7,2%.
Kemudian jelang tamat, menurut catatan Nielsen Korea, rating pemirsa lokal Korea Selatan Four Hands, Two Sonatas naik ke angka 8,7%. Diprediksi episode terakhir nanti malam akan mengalami kenaikan, bahkan mungkin tembus dua digit.
Selama dua pekan ke belakang Four Hands, Two Sonatas gak punya saingan berat di stasiun televisi lain. So, atensi pemirsa bisa fokus ke perjalanan Kang Pio (Song Kang) dan Choi Jeongyeo (Lee Jun Young).
Sayangnya popularitas Four Hands, Two Sonatas di skena global kurang kuat kalau dibandingkan dengan serial non-Bahasa Inggris lain yang tayang di Netflix. Pekan ini, menurut data TUDUM, drakor ini keluar dari 10 teratas tayangan terlaris global Netflix.
Four Hands, Two Sonatas bertahan selama 3 pekan hingga periode 14-20 September lalu. Kemudian pada periode 21-27 September, drakor ini sudah terlempar dari top 10, menyisakan The Scandal sebagai satu-satunya drakor terlaris global dalam periode tersebut.
Di Indonesia, Four Hands, Two Sonatas hanya bisa bertahan di posisi #6 sebagai serial paling banyak ditonton sampai Minggu siang. Variety show dan stand up comedy, serial horor Indonesia, dan dracin mengalahkan popularitas drakor ini.
Four Hands, Two Sonatas berkisah tentang persahabatan, cinta, persaingan, dan pertumbuhan remaja yang bertemu di Korea Arts High School. Sekolah ini berisi anak-anak berbakat di bidang musik termasuk para karakter utama dalam cerita.
Murid pertama bernama Kang Pio (Song Kang), seorang pianis berbakat luar biasa dan perfeksionis. Secara akademis, dia selalu meraih peringkat pertama. Dia juga punya bakat alami dan dorongan batin yang kuat untuk mengejar karier sebagai pianis.
Awalnya Kang Pio sama sekali gak punya saingan. Makanya semua murid yakin kalau dia akan sapu bersih kompetisi piano terbaik di dunia. Sampai akhirnya seorang murid lain bernama Choi Jeongyo (Lee Jun Young) muncul.
Seperti Kang Pio, Choi Jeongyo juga seorang pianis jenius yang karena kemiskinan memilih mengabaikan bakatnya. Sejak lama dia udah mengagumi Kang Pio. Pertemuan mereka menimbulkan gesekan-gesekan gak terduga dan konflik yang akan jadi sajian utama drakor ini.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
