Born Star Buka Jalan Anak Indonesia Buat Debut Jadi K-Pop Idol

Atmi Ahsani Yusron
|
detikPop
Born Star Indonesia menggelar konferensi pers Coaching Clinic & Gala Dinner di Hotel Sahid Sudirman, Jakarta Pusat, pada Minggu (2/8/2026).
(Foto: Atmi Ahsani Yusron/detikpop) Born Star Indonesia menggelar konferensi pers Coaching Clinic & Gala Dinner di Hotel Sahid Sudirman, Jakarta Pusat, pada Minggu (2/8/2026).
Jakarta - Debut sebagai idola K-Pop bukan lagi sesuatu yang mustahil buat anak-anak Indonesia. Dita Karang, Zayyan XODIAC, hingga Carmen Hearts2Hearts jadi contoh ril orang Indonesia bisa eksis juga di skena K-Pop. Tapi, mereka yang mau memulai karier sebagai idol butuh persiapan paripurna.

Gak cuma persiapan secara bakat, tapi juga fisik dan mental. Selain itu, informasi detail soal bagaimana sistem K-Pop bekerja juga harus diketahui gak cuma oleh si calon artis, tapi orang tua mereka. Insert ke frame: Born Star Indonesia.

"Kami berusaha memberikan pengetahuan langsung soal persaingan industri, termasuk apa yang harus dipersiapkan," kata Sabrina Irine, President Director Born Star Indonesia dalam konferensi pers yang digelar Minggu (2/8/2026) di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

Sabrina Irine menghadirkan Born Star Indonesia sebagai pusat training untuk calon idola K-Pop. Di Korea, Born Star sudah lama eksis dengan roster artis yang juga berhasil debut di manajemen K-Pop utama.

Beberapa alumni Born Star Korea yang terkenal saat ini termasuk Sojin Girl's Day, Jinsoul eks LOONA, Kim Sohye I.O.I, Solar MAMAMOO, hingga Karina aespa. Cabang Born Star di New York di sisi lain berhasil mendebutkan Dita Karang bareng Secret Number.

Di tengah persaingan industri dan seleksi trainee yang sangat ketat, manajemen artis di Korea Selatan lebih suka menggaet trainee berpengalaman. Bukan hanya soal eksplorasi bakat di berbagai bidang, tapi juga bagaimana industri bekerja.

Pengetahuan basic tapi penting itulah yang masuk dalam kurikulum Born Star Indonesia. So, murid-muridnya gak hanya akan diasah bakat menyanyi dan menari, tapi juga diberi informasi yang cukup soal industri entertainment Korea Selatan.

"Saya ingin mereka paham bahwa kompetisi ini gak mudah. Di sana lebih strict, jadi kuatkan pengetahuan agar tidak shock. Ada yag udah stay di sana sebagai trainee hanya bertahan beberapa bulan, malah minta balik karena tidak kuat," lanjut Sabrina.

Sebagai praktisi industri dengan latar belakangan pendidikan Psikologi, fokus Sabrina Irine juga pada mental para murid. Bagaimana mereka bisa kuat menghadapi proses latihan sistem K-Pop yang superkeras, dan punya kekuatan untuk tetap bertahan.

Born Star Indonesia diresmikan pada tahun 2023. Kini mereka aktif melakukan pelatihan dengan mengundang langsung praktisi industri K-Pop. Sepanjang akhir pekan ini, mereka menggelar coaching clinic bareng jebolah grup K-Pop Gunwoo dan Henni, kini bernaung di bawah ROOT Entertainment.

Gunwoo dan Henni menyaksikan langsung semangat anak-anak Indonesia yang pengin banget bisa jadi idola K-Pop. Hal itu cukup mengejutkan buat mereka, tapi di saat yang sama juga menimbulkan kekaguman.

Born Star Indonesia menggelar konferensi pers Coaching Clinic & Gala Dinner di Hotel Sahid Sudirman, Jakarta Pusat, pada Minggu (2/8/2026).Born Star Indonesia menggelar konferensi pers Coaching Clinic & Gala Dinner di Hotel Sahid Sudirman, Jakarta Pusat, pada Minggu (2/8/2026). Foto: Atmi Ahsani Yusron/detikpop

"Mereka sudah tahu banyak soal budaya Korea, K-Pop, dan K-drama. Attitude-nya juga oke banget," komentar Gunwoo yang melatih koreografi dalam coaching clinic yang digelar Born Star Indonesia.

"Aku ngeliat passion mereka dan percaya diri bilang kalau mereka bisa jadi besar suatu hari nanti. Sistem K-Pop itu gak mudah, gak semua bisa debut, tapi semua bisa terjadi asal gak putus asa dan terus latihan. Attitude itu yang penting dan aku lihat mereka punya," tambah Henni.

Di akhir, Sabrina menambahkan bahwa Born Star Indonesia, bekerja sama langsung dengan Born Star Korea, punya privilege soal audisi dengan agensi K-Pop. Seperti yang terjadi pada Dita Karang dari cabang New York, Born Star rutin mengirimkan murid-muridnya buat diaudisi ke agensi top 10 Korea Selatan.

Buat dia, privilege ini sangat memudahkan buat menembus industri. Sebagai orang yang sudah melihat langsung bagaimana sistem K-Pop berjalan di sana, Sabrina yakin kehadiran Born Star akan bisa melahirkan bintang baru K-Pop dari Indonesia di masa depan.

"Agensi Korea lebih suka trainee yang paham basic entertainment kayak gimana. Saya sudah menyaksikan memang sistemnya sulit. Privilege kami adalah audisi dengan agensi langsung," tutupnya.

(aay/mau)




TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO