Choi Siwon lagi jadi sorotan setelah tahun lalu vokal soal Charlie Kirk. Unggahan media sosialnya baru-baru ini dinilai kontroversial oleh K-netz alias netizen Korea Selatan.
Jadi pada 19 Februari lalu, member Super Junior itu mem-posting sebuah frasa berbahasa Mandarin. Kurang lebih artinya 'ketidakadilan pasti binasa, runtuh seperti tanah longsor dan genteng berjatuhan'.
Momen dia mengunggah tulisan itu berbarengan dengan vonis hukuman penjara seumur hidup ke mantan presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol. Mantan presiden tersebut sebelumnya bikin geger karena mendeklarasikan darurat militer pada Desember 2024.
Banyak yang menilai unggahan Siwon menyindir putusan pengadilan buat Yoon Suk Yeol. Akhirnya dia jadi sasaran rujak warganet. Pandangan politik Siwon dipertanyakan.
Sampai berita ini diterbitkan, pelantun Mr. Simple itu gak bicara lebih lanjut soal maksud unggahannya. Tapi keburu dia dapat banyak komentar pedas hingga jahat dari netizen.
SM Entertainment selaku manajemen yang menaungi Siwon akhirnya langsung pasang badan. Mereka siap ambil tindakan hukum untuk komentar-komentar yang menyerang pribadi Siwon.
Lewat platform online Kwangya119, SM menyatakan telah mendapatkan banyak laporan unggahan jahat yang menargetkan Siwon. Nadanya gak enak banget sampai bernuansa pencemaran nama baik.
"Kami menganggap serius permasalahan ini," tulis pihak agensi dalam pernyataan resminya dikutip pada Senin (23/2/2026).
SM memantau aliran linimasa media sosial. Mereka juga sudah mengantongi bukti.
Nanti bukti itu akan diproses secara hukum. SM bekerja sama dengan firma Shin & Kim (Sejong) untuk mengajukan laporan ke polisi, yang selanjutnya akan menyelidiki dugaan tindak pidana di sana.
Selain itu, SM juga menegaskan berkomitmen buat melindungi artisnya. Mengimbau publik untuk gak terlibat dalam aksi yang dapat merugikan banyak pihak.
"Kami akan menanggapi dengan tegas melalui jalur hukum perdata dan pidana tanpa keringanan maupun penyelesaian damai," tegas SM Entertainment.
(aay/tia)