Crowd Comeback Stage BTS Diprediksi 260 Ribu Orang, Polisi Seoul Siap Siaga
Dilansir dari Korea JoongAng Daily pada Selasa (10/2/2026), Park Jeong Ho dari Kepala Kantor Kepolisian Seoul Metropolitan memprediksi acara ini akan diramaikan 260 ribu orang.
Dengan massa sebanyak itu, tentu diperlukan persiapan keamanan yang juga masif. HYBE dan promotor menyediakan sekitar 3.553 petugas keamanan buat acara ini. Tapi pihak kepolisian meminta lebih banyak.
"Tergantung kondisi di lapangan, kami mungkin akan meminta personel tambahan. Crowd bisa jadi melebar sampai ke jalan raya. Harus dipastikan semuanya demi keselamatan publik," katanya.
Park Jeong Ho dan timnya juga udah bikin strategi pengamanan. Di setiap zona yang sudah dibuat dalam strategi akan kehadiran tim khusus dan anti-teroris juga.
Di ranah online, tim cyber juga dikerahkan. BTS bikin polisi kerja keras untuk memantau semua unggahan terkait acara ini. Kalau-kalau ada yang mengancam atau mengarah ke kekacauan.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Seoul juga bikin rapat penting buat bahas acara comeback BTS ini. Walikota Seoul, Oh Se Hoon, dan timnya mempersiapkan sistem respons darurat sepanjang acara.
Gak cuma itu guys. Lalu lintas transportasi publik akan dialihkan, beberapa rute bus hingga subway akan direkayasa untuk menghindari kemacetan.
Buat menangani fans internasional, pemerintah kota Seoul juga berencana membuat pesan keselamatan dalam berbagai bahasa. Gak cuma akan dikirimkan online, tapi juga dipajang di sekitar kawasan acara.
Satu masalah lain yang jadi fokus Pemkot Seoul adalah soal mark up harga di sekitaran lokasi. Sejak BTS mengumumkan akan menggelar comeback stage di Gwanghwamun Square, terjadi lonjakan harga penginapan dan makanan di sekitar kawasan tersebut. Pemkot sedang berusaha buat memonitor hal ini.
Mereka memastikan kenaikan harga gak akan fantastis. Mereka juga udah melakukan inspeksi langsung ke lebih dari 22 penginapan di kawasan distrik Jongno dan Jung, Seoul.
Pasar tradisional juga gak lepas dari perhatian. Demi memastikan kebersihan, kualitas barang, dan harga yang gak dibikin jadi gila, pemkot disebut punya strategi sendiri.
Mereka juga membuka ruang aduan publik kalau ada praktik nakal. Pokoknya semua demi kenyamanan penonton dan citra kota.
(aay/wes)











































