Jakarta - Seniman Ukraina, Austria, dan Indonesia berkolaborasi membuat mural bertema ketergantungan ekologis di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, menjadi ruang kolaborasi lintas negara melalui pembuatan mural bertajuk Interconnected Existence yang dikerjakan oleh seniman asal Ukraina, Vitalii Hrekh atau yang dikenal dengan nama Dilkone, bersama seniman Austria Manuel Skirl dan seniman Indonesia Muna Diannur. Karya tersebut mulai dikerjakan pada Selasa (28/7/2026) dan dijadwalkan rampung pada Kamis (30/7) sebelum dibuka untuk dinikmati publik.
Mural ini mengangkat tema ketergantungan ekologis dan tantangan lingkungan yang melintasi batas-batas negara. Melalui perpaduan visual khas masing-masing seniman, karya tersebut mengajak masyarakat memahami bahwa persoalan lingkungan, mulai dari perubahan iklim hingga kerusakan ekosistem, merupakan tanggung jawab bersama yang tidak mengenal batas geografis.
Kolaborasi tiga seniman dari latar budaya berbeda ini juga menjadi simbol pentingnya kerja sama internasional dalam menyuarakan isu-isu global melalui medium seni. Proses pengerjaan mural berlangsung secara terbuka sehingga pengunjung TIM dapat menyaksikan langsung tahapan kreatif para seniman dalam menyelesaikan karya berskala besar tersebut.
Melalui Interconnected Existence, Vitalii bersama Manuel Skirl dan Muna Diannur memperluas fokus karyanya dari isu kemanusiaan menuju persoalan lingkungan global.
Bagi Vitalii Hrekh, proyek di Jakarta menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai seniman mural dan seni jalanan. Seniman yang berasal dari Ivano-Frankivsk, Ukraina, itu mulai berkarya di dunia grafiti sejak 2007. Selain mural, ia juga dikenal melalui karya lukisan, grafis, kolase analog, hingga seni jalanan yang banyak dipamerkan di berbagai negara.
Mural tersebut menjadi pengingat bahwa krisis ekologis, seperti halnya konflik kemanusiaan, merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian dan kolaborasi lintas negara.