Dari Raden Saleh ke Marcos Kueh, Sajian Terbaru Museum MACAN
Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Jakarta - Museum MACAN tampilin sajian terbaru di awal tahun 2026. Jangan khawatir bakal lihat artwork yang ngebosenin, kali ini lebih fresh dan asyik banget.
Museum MACAN yang ada di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menghadirkan 6 sajian terbaru yang gak bakal bikin kamu bosen. Dimulai dari karya seni Dawn Ng berjudul Atlantis II. Karya berkelanjutan ini merekam perjalanan waktu melalui es berpigmen yang perlahan mencair di atas kertas xuan Tiongkok. Foto: Dok.Tia Agnes/ detikcom
Masuklah ke dalam area Museum MACAN, detikers bakal berjumpa dengan karya seni Marcos Kueh asal Sarawak, Malaysia. Karpet berukuran raksasa ini mengeksplorasi warisan budaya Borneo, tradisi tekstil, dan identitas dalam isu global. Foto: Dok.Tia Agnes/ detikcom
Bertajuk Kenyalang Circus, Marcos Kueh juga nyentil isu budaya yang sering dijadikan simbol kapitalisme di industri parisiwata. Lihat deh, kata-kata yang dituliskan di atas karyanya, detikers! Foto: Dok.Tia Agnes/ detikcom
Masuk ke area yang lebih kelam, ada Riar Rizaldi. Karyanya fokus pada Bioskop Asymptotic (2026), sebuah instalasi baru yang dikomisikan khusus untuk Museum MACAN. Foto: Dok.Anisa Hafifah/ Detikcom
detikers bakal menjumpai lobi bioskop jadul khas era 1990-an yang biasa dikenal dengan Period Piece. Kamu juga bakal diajak nostalgia ke sejarah sinema masa lampau. Foto: Dok.Anisa Hafifah/ Detikcom
Nah, giliran pameran Menelan Cakrawala detikers bakal menjumpai karya-karya penting yang melihat kembali lanskap dengan cara yang berbeda. Foto: Dok.Anisa Hafifah/ Detikcom
Mulai dari karya seni Raden Saleh, Franz Wilhelm Junghuhn, Heinz Mack, Robert Rauschenberg hingga Dede Eri Supria, I Nyoman Masriadi, Ipeh Nur, dan Thao NguyΓͺn Phan. Satu per satu, lihatlah seksama penjelasan dari setiap karya yang ada. Foto: Dok.Anisa Hafifah/ Detikcom