Repatriasi Budaya dari Belanda-New York Segera Sampai Indonesia
"Repatriasi sebagaimana yang beberapa kali sudah disampaikan, angka repatriasi secara jumlah kuantitaf itu 30.590 object dengan rincian status pemulangan, kesepakatan, dan proses yang masih berjalan dari pihak Belanda," ungkap Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat konperensi pers pada Kamis (22/10/2026).
Pada tahun 2025, ada empat obyek koleksi dari Belanda dan empat benda budaya dari New York termasuk Arca Puspatara.
"Kesepakatan repatriasi koleksi jilid 2 tahun 2026 ini masih di dalam proses, termasuk ada human remains ya. Kesepakatan pengembalian lainnya dari Belanda masih terus berlangsung," sambung.
Menurut Fadli Zon, 20 benda budaya bersejarah yang baru saya ditandatangani bersama Menteri Kebudayaan Belanda pada bulan ini juga.
"Dan proses berlanjut untuk pemulangan koleksi dari New York dan juga persiapan koleksi dari Jerman dan juga dari beberapa negara masih di dalam proses," katanya.
Empat Benda budaya tersebut telah diverifikasi Panel Ahli Repatriasi dan terbukti berasal dari Indonesia. Keempat benda ini dibawa dari KJRI New York ke Indonesia dengan cara hand carry dan dikawal langsung untuk memastikan keamanannya.
Di antaranya 2 Arca Perunggu Buddha Avalokiteshvara dari abad ke-8, posisi berdiri dengan tinggi 40,64 cm dan 50,8 cm. Serta 2 tengkorak suku Dayak dan suku Asmat. Benda-benda bersejarah tersebut untuk sementara disimpan di Museum Nasional Indonesia.
Sebagian besar koleksi besar yang baru disepakati, termasuk 30.190 koleksi Eugène Dubois (fosil Manusia Jawa) dan 20 benda budaya penting lainnya (seperti Intan Banjarmasin, manuskrip Al-Qur'an Teuku Umar, dan naskah gulung) belum sepenuhnya sampai di Indonesia, tapi baru dalam tahap penandatanganan kesepakatan dan proses pengemasan/pengiriman pada Oktober 2026.
Benda budaya gelombang terbaru yakni pemulangan 30.190 koleksi dan 427 sisa jasad baru saja ditandatangani oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan pihak Belanda, di mana koleksi tersebut dijadwalkan tiba di Indonesia secara bertahap setelah dikemas menggunakan kontainer khusus dari Museum Naturalis, Leiden.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
