Setahun Usai Baek Se-hee Meninggal, Keluarga Terbitkan Buku Baru

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Mengenang Setahun Kepergian Novelis Korea Baek Se-hee
Foto: Dok.Baek Se-hee/ Instagram
Jakarta - Saat buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki (2018) dan sekuelnya I Want to Die but I Still Want to Eat Tteokbokki (2019) terbit di Indonesia pertama kalinya, pembaca menyambut antusias. Buku bergenre memoar yang dirilis oleh penerbit Haru dapat apresiasi yang positif.

Buku memoar novelis asal Korea, Baek Se-hee, itu memuat pengalaman pribadinya berjuang melawan distimia atau depresi berkepanjangan dan gangguan kecemasan. Selama bertahun-tahun, Baek Se-hee ceritain perjuangannya dalam menjalani hari.

Tapi ketika kabar kematiannya pada 16 Oktober 2025 di Goyang, Korea Selatan, tersiar sampai ke Indonesia, kabar itu bawa rasa duka mendalam. Ia tutup usia pada umur 35 tahun.

Setahun setelah kepergian lulusan jurusan Penulisan Kreatif dari Universitas Dongguk, kerabat dan keluarga terdekatnya menerbitkan buku catatan tentang Baek Se-hee. Hal tersebut terangkum dalam postingan terbaru adik laki-laki Baek Se-hee, Baek Dae-hee.

"Setelah kepergiannya, banyak orang yang menyayanginya-termasuk keluarganya menjalani masa-masa ini dengan cara mereka masing-masing. Kangto, kekasihnya yang telah mendampinginya selama 7 tahun, Suhyun sahabatnya selama lebih dari 20 tahun, dan saya sendiri. Kami semua menuangkan perasaan kami ke dalam tulisan," tulisnya.

Baek Dae-hee bilang mereka yang tetap berkumpul selama sebulan sekali sering membacakan tulisan masing-masing dan mengenang berbagai kata-kata Baek Se-hee. Kini, catatan itu telah dibukukan yang berjudul Buttermilkshake atas persetujuan keluarganya.

"Alih-alih mencoba menjelaskan isi hati atau menarik kesimpulan tentang hidupnya, kami-orang-orang yang menyayanginya-menghabiskan waktu dengan cara kami sendiri," ungkapnya.

"Saya berharap buku ini dapat menjadi ruang bagi seseorang untuk memahami isi hatinya sendiri, sekaligus menjadi tempat yang tenang untuk mengenang kakak saya," tulis Baek Dae-hee.

Ia juga bilang, setiap eksemplar buku yang terjual, 5 %-nya dari harga normal akan didonasikan kepada Korea Life Respect Hope Foundation.

"Saya berharap tulisan yang menjadi titik awal bagi kami ini dapat menjadi harapan bagi masa depan orang lain," tutupnya.



(tia/wes)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO