×
Ad

Cerita Dwiky Aditya Ajak Lestarikan Tenun Tasikmalaya, Lihat Artwork-nya!

Tia Agnes Astuti - detikPop
Selasa, 13 Okt 2026 10:57 WIB
Foto: Dok.Connected Art Platform
Jakarta -

Dwiki Aditya jadi salah satu seniman yang meraih Impact Award dari kompetisi J+Art Awards 2026. Namanya berhasil meraih anugerah berkat karya seni instalasi Sésa Raga yang terinspirasi dari wastra Indonesia.

Kalau kamu lagi ada di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, mampirlah ke RUCI Art Space. Di bagian depan, terpampang karya seni yang berwarna hitam tampak menjulang tinggi. Dari depan, tampak biasa saja dan warna yang kelam namun telisiklah ke bagian-bagian yang ada di permukaannya.

Dwiki Aditya menempelkan berbagai kain batik hingga tenun yang ada dari kampung halamannya di Tasikmalaya. Anyaman mendong dan kayu lantung pun direkatkan ke bagian atas karya seni tersebut, dan menyisakan bagian yang masih original.

Lulusan Tekstil ITB Bandung itu cerita di belakang rumahnya ada pengrajin batik yang buat dirinya kepincut dengan wastra sejak kecil. Lewat Sésa Raga, ia ingin mengajak pengunjung agar awareness dengan wastra itu sendiri.

"Karya seni ini saya ibaratkan sebagai monumen. Monumen yang buat aku sedih sekali, apalagi ada wastra yang sudah hilang: tenun Tasikmalaya. Saya meriset ternyata tenun Tasikmalaya sudah mulai punah, gak ada lagi regenerasi pengrajinnya," ucapnya saat diwawancarai redaksi detikpop, Jumat (9/10/2026).

Dwiki pernah mencari ada literatur dari perpustaakan tentang tenun Tasikmalaya. "Tapi gak ada fotonya sama sekali," tegasnya.

Menurut Dwiki, jangan sampai wastra Indonesia semakin penuh. Jangan sampai menghilang, seolah-seolah monumen bayangan ini ada suatu kesedihan dan kekecewaan. Jangan sampai hal ini terjadi," ungkapnya.

Sejak kecil, Dwiki selalu tertarik akan ranah wastra Indonesia. Ia melihatnya wastra itu sebagai identitas, doa, dan cerita tersendiri. "Kalau ada kain yang hilang, otomatis ada pengetahuan nenek moyang kita yang juga hilang. Di situlah, concern artwork ini. Jangan sampai wastra Indonesia menghilang," tegasnya.

Melalui perpaduan teknik, material, dan motif tradisional, karya ini menggambarkan warisan budaya yang masih bertahan, namun perlahan kehilangan suaranya.



Simak Video "Video K-Talk: Transformasi Bocah Baby Shark yang Debut Jadi Idol K-Pop"

(tia/tia)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork