Film dokumenter baru yang mengungkap dampak lingkungan dan sosial dari meningkatnya biofuel di Asia, resmi tayang perdana pada 7 Oktober 2026. Karyanya dirilis dalam rangkaian Bangkok Climate Action Week.
Dokumenternya diproduksi Solutions for Our Climate (SFOC) yang menelusuri ekspansi biofuel. Mulai dari perkebunan sawit di Indonesia sampai permintaan biofuel di Korea Selatan.
Pemutaran kedua film dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan perwakilan Trend Asia / Koalisi Transisi Bersih, SFOC, dan GEF. Diskusi membahas dampak ekspansi bioenergi di negara produsen maupun konsumen.
Baca juga: Clayface Dihujat, James Gunn Pasang Badan |
Marihel Parda Winda, Forest and Land Use Program Officer di Solutions for Our Climate (SFOC) sekaligus tokoh utama dalam film dokumenter, Marihel Parda Winda, mengatakan hutan kini digantikan oleh perkebunan monokultur.
"Masyarakat kehilangan begitu banyak hal yang disediakan oleh hutan, mulai dari keanekaragaman hayati dan sumber penghidupan hingga berbagai fungsi yang menopang kehidupan mereka," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima, Senin (12/10/2026).
Film ini dibangun berdasarkan riset yang sebelumnya diterbitkan SFOC mengenai rantai pasok biodiesel berbasis kelapa sawit antara Indonesia dan Korea Selatan.
Simak Video "Video: Perdana, Film Dokumenter Beatles '64 Tayang di New York"
(tia/tia)