The Curiosity Engine, Telusuri Jejak Sampah Material Jadi Artwork
The Curiosity Engine jadi artwork yang berangkat dari rasa ingin tahu dan bagaimana perubahan cara dapat buka kemungkinan baru. Mengusung semangat Explore New Horizons, karya seni instalasinya menampilkan gerak yang terinspirasi dari mata, kompas, dan matahari simbol pengamatan. Lalu ada pencarian arah dan awal dari siklus baru.
Sementara bentuk, warna, dan tekstur lainnya tetap, menggambarkan hal-hal yang sudah kita kenal sebelumnya. Kontras ini menunjukkan bahwa horizon baru dapat dimulai dari perubahan cara kita melihat sesuatu.
Founder Palette Studio, Aji Fajar, cerita karyanya dikembangkan pakai beberapa material TACO seperti TACO PVC sheet, drawer slide, dan PVC board, serta waste atau sisa material HPL TACO.
"Beragam warna, motif, dan tekstur yang dipunya menjadi bagian dari eksplorasi komposisi sekaligus membentuk karakter visual The Curiosity Engine," katanya di Art Jakarta, JIExpo Kemayoran, akhir pekan lalu.
"Yang menarik bagi kami dari proses ini adalah bagaimana material yang sudah ada dapat dilihat dari kemungkinan yang berbeda. Kami mengeksplorasi karakter dan susunannya untuk menemukan komposisi yang sesuai dengan gagasan yang kami bawa," sambungnya.
Baca juga: Yang Gak Boleh Terlewat di Art Jakarta 2026 |
Menurut Aji, rasa penasaran yang kini jadi artwork-nya dipakai sebagai gagasan awal berkarya.
"Saya membayangkan rasa ingin tahu itu secara prinsip sebagai manusia, rasa ingin tahu itu satu hal dan sebuah insting, gak ada dalam setiap media. Gimana mewujudkan dari bentuk instalasi, bentuk matahari terbit, sebuah harapan yang muncul paginya. Setiap kita bangun, selalu hadir," pungkasnya.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
