Pentas Teater Boneka UlangAlik, Ame dan Bip di Pulau yang Hilang
Yup, kamu gak salah baca detikers!
Kalau diskusi Republik menyasar orang dewasa, pentas teater yang berlangsung Sabtu (26/9) targetnya anak-anak. Jelas kalau bahas dunia literasi, tak bisa lepas dari dunia anak.
Pada hari pertama Pesta Literasi Indonesia kemarin, ada pentas teater boneka UlangAlik asal Bandung, Jawa Barat.
Studio teater boneka yang aktif mementaskan pertunjukan untuk anak sejak tahun 2021, banyak memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar dan ngolah kekuatan visual sebagai bagian penting dalam elemen artistiknya. Nah, pentas kali ini mengambil cerita 'Pulang yang Hilang'.
Pentas Teater Boneka UlangAlik jadi salah satu line up Pesta Literasi Indonesia yang berlangsung di Urban Forest Cipete pada Sabtu (27/9/2026). Foto: Tia Agnes/detikcom |
Si tokoh utama ada Ame dan Bip yang mencari tempat tinggalnya nun jauh di sana. Selama satu jam, penonton yang mayoritas anak-anak duduk dan setia mengikuti alur cerita.
Pentas minim dialog itu memantik pertanyaan audiens soal ide, mengapa minim dialog, hingga bahan-bahan pembuatan bonekanya.
Founder Studio UlangAlik, Rahmi Dewi Pertama atau Kak Ami cerita kalau boneka robot Bip dibuatnya dari bahan yang mudah dibikin.
"Ini dari bubble warp, garpu, sendok, gagang pintu lemari. Sama aja kayak Ame, rambutnya ini dari kain pel dan kayu," ucap Kak Ami di Panggung Kata, Urban Forest Cipete.
Soal pentas Pulau yang Hilang, puppeteer Kyu Hamiko cerita kalau gagasan awalnya dari obrolan kira-kira pentas berikutnya tentang apa.
"Saya teringat sama cerita Robert Stevenson, Treasure Island, dari situ cerita soal Pulau yang Hilang itu kami buat. Di situ ada pencarian harta karun dan mencari pulau yang hilang," ujarnya.
Selain keduanya, UlangAlik juga digawangi oleh pemain musik akustik, Rakka VM dan Mastomcustom. Di hari kedua Minggu (27/9), Pesta Literasi Indonesia masih berlangsung dengan beragam diskusi hingga Semesta Buku.
Merapat ya, detikers!
(tia/aay)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan

