Hasil Residensi Mang Moel di ATSIRI 'Mewangi' di Penjuru JICAF 2026
Bukan sembarang ide, namun ia melahirkannya saat menjalani residensi di Rumah Atsiri, Tawangmangu, Jawa Tengah selama April-Agustus 2026. Seniman yang eksis berkarya dengan rajutan itu menemui kebun aromatik, ruang penyulingan, dan bangunan bekas pabrik citronella tahun 1963 yang jadi cikal bakal Rumah Baskara.
Hasil residensinya? Wah, jangan ditanya deh. Bukan Mang Moel kalau gak bisa menghasilkan artwork yang ikonik. Ada RISO Artprint yang berukuran A5 dan juga A3, ada gantungan kunci enamel, scent tag, flazz card, stiker deco, dan yang lebih menarik lagi ada DIY Fragrance Recipes alias merack parfum sendiri.
Redaksi detikcom diundang secara khusus dalam presentasi Mang Moel yang ditampilkan dalam booth Atsiri di Jakarta Illustration and Creative Arts Fair (JICAF) 2026 yang berlangsung di Agora Mall L2, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
Khusus di booth JICAF, ada tiga penjaga bumi yang diboyong Mang Moel yakni Satrio, Baskara, dan Tantri. Kepada redaksi detikcom, Mang Moel cerita hasil residensinya sebenarnya ada 10 karakter yang diciptakan.
Mulyana The Mogus di JICAF 2026 Foto: Rumah Atsiri Indonesia |
"10 monster ini The Garden Keepers, tapi yang dibawa ke JICAF ada tiga karakter saja, nantinya akan ditampilkan secara penuh di Atsiri Space, yang akan dibuka grand opening-nya pada 21 November," katanya saat ditemui di JICAF, Jumat (18/9/2026).
Ketiga karakter yang disingkat dengan BTS ini punya ciri khas yang ikonik banget. Monster Baskara berambut keriting dan dianggap sebagai penjaga tunas bagi awal baru. Sosoknya digambarkan lagi meditasi.
Buat monster Tantri dibentuk sedang yoga dan dicap sebagai penjaga tanaman. Karakternya terinspirasi dari keindangan pemandangan di Rumah Atsiri, serta ketiga Satrio.
Karakter-karakter itu juga terinspirasi dari tanaman yang ditemukan di Atsiri dan dirangkailah jadi monster-monster tersebut. Artwork yang beda banget dari hasil residensi adalah racikan parfum.
Dari tiga karakter, redaksi pun memilih Baskah yang base-nya terdiri dari Aquatic, Bergamot, Green Cucumber, Jasmine Tea, Sedap Malam, Clove, Musk, dan Patchouli. Setelah selesai meracik yang digawangi oleh tim Atsiri, racikan perfume pun dimasukkan ke dalam botol sebesar 10 ml dengan ciri khas buatan The Mogus.
Buat detikers yang kepengin coba racikan perfume khusus hasil residensi Mang Moel The Mogus, bisa langsung cobain seharga Rp 185 ribu. Dan, racikan ini cuma bisa dilakuin di JICAF saja.
Nah, kabar baiknya jika detikers ingin melihat karya utama hasil residensi Mang Moen bakal dipajang di Artsiri Space, Rumah Atsiri, Tawangmangu, mulai 21 November 2026.
Founder ATSIRI dan Rumah Atsiri Indonesia, Natasha Clairine, mengatakan program residensi ini lahir dari keinginan kami sebagai ruang bertumbuh bagi seniman bukan sekadar destinasi kunjungan.
"Memilih JICAF sebagai panggung peluncuran terasa tepat karena karya Mang Moel lahir dari dialog antara seni dan alam, percakapan yang paling pas ditemukan di tengah komunitas kreatif bukan di rak toko kami sendiri," ungkapnya.
JICAF 2026 berlangsung hingga 4 Oktober 2026 di Agora Mall L2, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Segera merapat ya, detikers!
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan

