Bukan Patung Labu, Ini Lukisan Termahal Yayoi Kusama
Pada 2022, lukisan dalam seri Infinity Nets berhasil memecahkan rekor di pasar. Saat itu, balai lelang Phillips New York melelang Untitled (Nets) yang terjual dengan harga rekor Rp 185 miliar.
Setahun berikutnya, lukisan A Flower (2014) juga laku dengan harga yang mirip dengan seri Nets ala Yayoi Kusama. Karyanya laku di balai lelang Christie's dengan harga Rp 177 miliar.
Ini bukan pertama kalinya karya Yayoi Kusama meledak di pasaran. Sebelumnya ada lukisan labu berjudul Pumpkin dibuat tahun 2013 dan terjual senilai Rp 141 miliar pada tahun 2021.
Lukisan dari seri Infinity Nets lainnya yang berasal dari tahun 1959 juga laku senilai Rp 140 miliar pada tahun 2019. Kanvas yang mencetak rekor itu berasal dari koleksi GΓΌnther Uecker dan dipenuhi oleh goresan khas yang menjadi ciri utama praktik artistik obsesif Yayoi Kusama sepanjang hidupnya.
Japanese artist Yayoi Kusama waves in front of the windows of Vuitton's flagship store for the unveiling of a new collaborative collection by Vuitton and creative designer Marc Jacobs in New York, Tuesday, July 10, 2012. (AP Photo/Kathy Willens) Foto: AP Photo/Kathy Willens |
Dalam data terbaru Hiscox Artist Top 100, Yayoi Kusama masuk dalam jajaran seniman kontemporer terkemuka dunia. "Meski telah berusia di atas 95 tahun, Yayoi Kusama jadi seniman perempuan paling berpengaruh," ungkap Kepala Divisi Seni dan Klien Private di Hiscox, Robert Read.
Selama 5 tahun terakhir, balai lelang besar di dunia melaporkan karya yang dijual dari Yayoi Kusama stabil dengan peningkatan sebesar 179 persen. Hiscox juga mencatat bahwa seniman perempuan menyumbang 32 persen dari total penjualan karya seni kontemporer pada tahun 2023, naik dari angka sebelumnya sebesar 29 persen.
Yayoi Kusama sang Ratu Polkadot berhasil menjadikan ruangan cermin, potret labu hingga dunia penuh polkadot bernilai ratusan miliah rupiah. Ia menyulap ciri khas ikoniknya menjadi salah satu seniman kontemporer dengan pendapatan tertinggi di dunia.
Seniman asal Jepang yang mengabadikan motif polkadot dan labu sepanjang karier selama 74 tahun ini mengembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Tokyo pada tanggal 14 Agustus di usia 97 tahun.
"Sepanjang hidupnya yang luar biasa dan sepenuhnya didedikasikan untuk penciptaan seni, Kusama menjalani karier yang diakui secara internasional sebagai seniman pelopor avant-garde, dengan karya yang mencakup seni rupa, seni pertunjukan, fiksi, dan puisi," tulis keterangan akun resmi Yayoi Kusama.
Sampai akhir hidupnya, Yayoi Kusama terus melukis. Ia gak pernah melepaskan kuasnya dan tetap teguh memegang keyakinan seumur hidupnya bahwa cinta dapat menyelamatkan dunia.
"Kami akan meneruskan amanat Kusama dan, melalui seni, terus menghadirkan harapan serta kekuatan bagi masa depan masyarakat di seluruh dunia," sambung Yayoi Kusama Museum dan Foundation.

