Yayoi Kusama Berpulang, Mengenang 3 Karya Ikonik Seniman Polkadot

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Yayoi Kusama dikenal sebagai seniman ikonik asal Jepang dengan gaya polkadot yang khas. Yuk, intip lagi karya-karyanya.
Foto: Getty Images
Jakarta - Sejak dekade 1970-an, seniman Yayoi Kusama pulang ke negara asalnya, Jepang, lalu menghilang dari sorotan publik. Selama beberapa tahun terakhir, ia aktif jadi sukarelawan di rumah sakit jiwa sampai akhir hayatnya.

Kabar kematian Yayoi Kusama membawa duka mendalam bagi dunia seni. Karya-karyanya yang ikonik dengan ciri khas polkadot sukses jadi pendobrak dalam seni rupa kontemporer.

Mari mengenang Yayoi Kusama dalam 3 karya ikoniknya, seperti dirangkum redaksi detikpop:

1. Infinity Mirrored Rooms

Ruang berlapis cermin dan lampu LED yang menciptakan ilusi pantulan tanpa batas dan pengalaman magis bagi pengunjung. Nah, Museum MACAN punya satu karya seni instalasinya Infinity Mirrored Room - Brilliance of the Souls akan dibuka di area Sculpture Garden bareng dengan koleksi museum lainnya.

Direktur Museum MACAN Venus Lau cerita karya Yayoi Kusama comeback karena permintaan yang tinggi dari pencinta seni.

"Instalasinya mulai debut di Indonesia pada tahun 2017 saat Museum MACAN baru buka dan dapat sambutan hangat dari pengunjung," katanya saat peluncuran tiga pameran seni terbesarnya di Museum MACAN pada Kamis (23/5/2025).

Yayoi Kusama yang dikenal sebagai seniman serbabisa asal Jepang mulai buat seri instalasi Infinity Mirrored Room sejak 1965 atau beberapa tahun setelah ia pindah dari Tokyo ke New York di 1957.

2. Patung Labu

Patung labu kuning bermotif bintik-bintik hitam yang melambangkan kenyamanan masa kecil dan refleksi pribadi. Patung ini juga berhasil diadaptasi ke berbagai karya lainnya.

3. Infinity Nets

Seri lukisan pola jaring berulang yang sangat detail dan hipnotis sebagai bentuk pelampiasan kecemasan. Museum MACAN pernah menampilkan salah satu seri Infinity Nets dalam pameran Yayoi Kusama: Life is the Heart of a Rainbow pada Mei 2018.

Asisten kurator pameran Yayoi Kusama di Museum MACAN saat itu, Asri Winata, mengatakan ketidakadaan fokus bawa karya seri tersebut jadi revolusioner.

"Yayoi Kusama mengabaikan komposisi yang baku. Di masa ini pula, banyak kritikus yang mengkritik lukisan Yayoi karena membawa pada pendekatan arah baru. Yakni abstrak ekspresionisme," ucapnya.



(tia/ass)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO