DPD RI Awards 2026 Buka Kategori Pelestari Budaya, Ini Kriterianya

Chayyara Zulghifary
|
detikPop
Sejumlah seniman anggota Komunitas Lima Gunung mengikuti kirab saat Festival Lima Gunung (FLG) XXV di kawasan lereng Gunung Merbabu Desa Warangan, Pakis, Magelang, Jawa Tengah Minggu (12/7/2026). Festival Lima Gunung yang merupakan pagelaran pantas seni budaya dan digelar oleh seniman petani dari lima gunung (Merapi, Merbabu, Menoreh, Andong dan Sumbing) tersebut merupakan festival mandiri tanpa sponsor dengan biaya swadaya dan dikerjakan gotong royong. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/bar
Foto: ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN
Jakarta - Di tengah gempuran budaya pop dan tren digital yang datang silih berganti, masih ada orang-orang yang bertahan menjaga warisan leluhur agar tidak punah. Mereka mungkin tidak viral di media sosial, tak juga jadi sorotan nasional, tapi jasanya nyata, menjaga tari tradisional tetap ditarikan, bahasa daerah tetap diucapkan, kain tenun tetap ditenun, dan cerita rakyat tetap diceritakan ke generasi baru.

Kabar baiknya, sosok-sosok seperti ini kini punya panggung untuk diapresiasi secara nasional lewat ajang DPD RI Awards 2026. DPD RI menyampaikan harapan agar semakin banyak sosok yang telah bekerja dan berkarya bagi masyarakat bisa mendapat apresiasi, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain.

Kategori Khusus untuk Pelestari Budaya

Dari empat kategori yang dibuka pada DPD RI Awards 2026, ada satu kategori yang jadi rumah bagi para penjaga warisan budaya, yaitu Pelestari Budaya Daerah. Penghargaan ini ditujukan untuk individu yang tidak hanya melestarikan, tapi juga berinovasi mengembangkan budaya daerah serta aktif mempromosikannya, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Diberikan kepada individu yang memiliki inovasi dalam pengembangan dan pelestarian budaya daerah serta berperan aktif dalam mempromosikan budaya daerah di tingkat nasional maupun internasional," jelas DPD dalam keterangannya.

Artinya, kategori ini bukan cuma untuk seniman senior atau tokoh adat semata. Anak muda yang menghidupkan kembali permainan tradisional lewat konten kreatif, komunitas yang mengemas kuliner khas daerah agar dikenal lebih luas, hingga guru yang mengajarkan aksara daerah ke murid-muridnya, semua berpeluang untuk diusulkan.

Secara garis besar, penghargaan di kategori ini menyasar individu yang punya terobosan dalam mengembangkan sekaligus menjaga budaya daerah, dan aktif membawa nama budaya tersebut ke panggung yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

Selain empat kategori utama, DPD RI juga bakal menghadirkan Special Recognition Awards. Penghargaan ini ditujukan untuk tokoh, individu, atau kelompok yang secara konsisten dan berkelanjutan sudah memberikan kontribusi nyata bagi daerahnya, jadi bukan cuma capaian sesaat, tapi rekam jejak panjang.

Kenapa Ini Momentum Penting

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyebut, ajang ini digelar untuk memberi panggung penghormatan bagi figur-figur inspiratif dari berbagai daerah yang selama ini berkontribusi nyata tanpa sorotan publik nasional.

"Melalui ajang ini, DPD RI ingin mempertegas bahwa kekuatan pembangunan Indonesia bertumpu pada inisiatif dan kerja keras masyarakat di seluruh wilayah Nusantara, bukan hanya pada pusat pemerintahan dan kota-kota besar," ucap Sultan dalam DPD Awards tahun 2025 lalu.

Sultan menegaskan bahwa kekuatan pembangunan Indonesia sejatinya bertumpu pada inisiatif dan kerja keras masyarakat di seluruh penjuru Nusantara, bukan cuma dari pusat kota besar.

Poin ini relevan banget kalau kita bicara soal budaya daerah. Selama ini, pelestarian budaya sering jadi kerja sunyi. Padahal, tanpa mereka, banyak tradisi yang berisiko hilang ditelan zaman. Lewat DPD RI Awards, kerja-kerja senyap itu akhirnya bisa dilihat dan dihargai secara nasional.

Cara Nominasikan Sosok Pelestari Budaya

Kabar baiknya, siapa pun bisa ikut mengusulkan nama. Pendaftaran DPD RI Awards 2026 masih dibuka hingga 21 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Usulkan sosok pelestari budaya daerah melalui awards.dpd.go.id/nominasi.

(prf/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO