Penyanyi Dua Lipa yang jatuh cinta sama buku dan dunia literasi sejak kecil akhirnya meresmikan Perpustakaan Manifesto. Berdiri di gedung bersejarah di kota Porto, Portugal, ada 100 buku yang dikurasinya bareng klub buku Service95 yang berisi karya-karya yang dilarang beredar di dunia ini.
Dua Lipa bilang perpustakaan Manifesto adalah tempat suci bagi buku-buku yang telah hilang bagi penulis yang keberaniannya membongkar kekuasaan dan kendali.
"Bagi para pembaca yang menolak untuk diberi tahu buku apa yang boleh mereka baca, kamu diundang untuk berkunjung dan memutuskan sendiri apa yang pantas berada di rak-rak ini," katanya dikutip dari situs Service95, Rabu (2/7).
Dua Lipa melanjutkan omongannya, "Karena terkadang hal yang paling subversif yang dapat dilakukan adalah membaca buku, kemudian membicarakannya."
Ke-100 buku yang disusun dalam empat tema di antaranya ada kekuasaan, kendali, suara, dan ingatan. Dimulai dari tema kekuasaan yakni mengkaji siapa saja yang memegang pengaruh, siapa yang menantangnya, dan berhak mendefinisikan narasi yang diwarisi.
Buku-buku dalam tema pertama di antaranya ada The Second Sex karya Simone de Beauvoir, Felon karya Reginald Dwayne Betts, Free karya Lea Ypi, One Day karya Omar El Akkad, Everyone Will Have Always Been Against This, dan Nineteen Eighty-Four karya George Orwell.
Tema kedua, Kendali yakni memetakan mekanisme yang membatasi kebebasan berpikir. Buku-buku propaganda, ideologi, dan instrumen tekanan institusio.
Buku-buku di tema kedua adalah The Handmaid's Tale karya Margaret Atwood, The Trial karya Franz Kafka, The Memory Police karya Yoko Ogawa, dan Ai Weiwei tentang Sensor karya seniman dan aktivis yang pamerannya A4 saat ini sedang berlangsung di Livraria Lello.
Ketiga, ada Voice. Tema ini memperkuat perspektif yang secara sistematis dikecualikan atau diabaikan. Di bagian rak ini menampilkan The Color Purple karya Alice Walker, The Satanic Verses karya Salman Rushdie, On Earth We're Briefly Gorgeous karya Ocean Vuong dan My Pen Is The Wing Of A Bird: New Fiction By Afghan Women.
Bagian keempat ada Memory yang meneliti hubungan antara sejarah dan penghapusan. Buku-buku ini melestarikan kesaksian pribadi dan kolektif dalam menghadapi lupa yang disengaja.
Jajaran rak buku di tema ini ada Pachinko karya Min Jin Lee, Patriot karya Alexei Navalny, The Unbearable Lightness Of Being karya Milan Kundera dan The Books Of Jacob karya Olga Tokarczuk.
Setelah dibuka pada 30 Juni 2026, perpustakaan Manifesto segera dibuka untuk umum.
Simak Video "Video Top 5: Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN hingga Dua Lipa Menikah"
(tia/ass)