Aurelie Moeremans Lanjutkan Broken Strings di Buku Kedua

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Aurelie Moeremans
Foto: Instagram @aurelie
Jakarta - Sukses dengan Broken Strings, Aurelie Moeremans kembali menyita publik dengan kehadiran buku keduanya. Buku yang diterbitkan oleh penerbit Gagasmedia itu berjudul Do You Like What I See.

Dalam video yang diunggah di postingan terbarunya, Aurelie mengatakan buku keduanya masih tentang caranya untuk healing.

"Buku itu tentang cara aku healing, cara aku yang keluar dari siklus yang sama terus, ketemu dengan orang yang sama terus, toxic terus. Kondisi yang negatif terus, dan salah satunya juga tentang suara-suara yang ada di kepala kita. Banyak yang gak bener. Itu suara orang yang ngomong sesuatu ke kita dan jadi kepercayaan bertahun-tahun," kata Aurelie dalam laman Instagram, seperti dilihat detikpop, Selasa (9/6/2026).

Ia menceritakan salah satu chapter dalam bukunya yang disebutnya sebagai lulusan SD. Aurelie ngaku adalah lulusan SD dan pindah ke Indonesia saat kelas 3 SMP, lanjut homeschooling di Indonesia karena masalah bahasa.

"Aku waktu itu jadi tulang punggung keluarga, umur 17 tahun selesai sekolah harus balik ke Belgia. Masalahnya punya pasangan yang toxic, dibilang tunggu 1 tahun biar bareng. Waktu aku umur 18 tahun, gak jadi ke Belgia. Dibilang 'mau ngapain sih, mau jadi dokter? kayak pinter aja'," kenang Aurelie.

"Umur 19 tahun, aku gak bisa balik ke Belgia karena uang aku diambil semua sama dia. Dompet aku bener-bener cuma tinggal Rp 1 juta. Ya, aku mulai dari 1 juta dengan nama aku yang terlanjur ada nodanya, ada gosip beredar yang kurang bagus dan gak tepat juga," sambungnya.

6 tahun berikutnya saat keuangannya stabil, ia coba beli tiket ke Belgia dengan niat menyelesaikan ujian sekolahnya. Sayangnya, kurikulum dan sistemnya sudah berbeda dan berat buat memulai lagi dari nol.

Aurelie juga menjelaskan sejak masih sekolah, ia sudah menyukai menulis. Suatu hari, semua siswa dihukum untuk menulis 28 halaman soal kursi rusak. Jika teman-teman sekelasnya gak bisa lanjut menulis, ia justru berhasil lebih dari aturan 28 halaman.

"Aku nulis 28 halaman dan ceritaku belum selesai. Aku senang banget nulis, lagi-lagi kalau orang yang sama bilang tulisan aku biasa saja, gak ada bagus-bagusnya, aku tetap menulis buat diri aku sendiri. Sampai akhirnya nulis Broken Strings, publish, dan mau share awareness dan banyak yg suka bahasa aku," terangnya.

Kini, buku keduanya masih tahap pre-order sejak 6 Juni dan bakal berlangsung hingga 10 Juni 2026.

FYI, awal tahun ini Aurelie bikin heboh dengan meluncurkan e-book secara gratis di laman bio akun Instagram pribadinya. Memoar berjudul Broken Strings karya Aurelie Moeremans viral karena mengungkap pengalaman traumatisnya sebagai korban child grooming (manipulasi emosional dan seksual) sejak usia 15 tahun oleh pria yang jauh lebih tua. Kisah berani tersebut memicu perbincangan luas dan edukasi publik tentang bahaya manipulasi terselubung ini.




(tia/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO